Bagikan:

JMPPK: Puluhan Pekerja PT. SI Bongkar dan Bakar Tenda Pro dan Anti Semen

"Kemudian membongkar tenda yang didirikan oleh warga pro semen, dilanjutkan dengan membongkar dan merobohkan dapur dan tenda perjuangan tolak pabrik semen."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 10 Feb 2017 23:57 WIB

JMPPK: Puluhan Pekerja PT. SI Bongkar dan Bakar Tenda Pro dan Anti Semen

Sekelompok orang membakar tenda perjuangan Kendeng, Jumat (11/02). (Foto: Istimewa)

KBR, Jakarta- Sekelompok orang membakar tenda perjuangan warga penolak pabrik semen. Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK), Joko Prianto  mengatakan sekitar pukul 19:50 sebanyak 50an orang pekerja semen mendatangi lokasi tenda yang berada dekat tapak pabrik PT Semen Indonesia.

Kata Joko melalui siaran pers yang diterima redaksi saat itu   ada 8  warga, termasuk ibu-ibu yang tengah berjaga. Tiba-tiba mereka berteriak memaksa warga yang sedang berada di dalam tenda untuk keluar dan meninggalkan tenda.

Joko mengatakan gerombolan itu  mengancam   merobohkan tenda dan membakar tenda perjuangan dengan alasan mengganggu pekerjaan mereka di PT Semen Indonesia. Ibu-ibu yang di dalam tenda ketakutan dan keluar tenda.

"Selanjutnya mereka membongkar portal ‘segel’ yang telah didirikan warga tolak semen pada Jumat 10 Februari 2017. Kemudian membongkar tenda yang didirikan oleh warga pro semen, dilanjutkan dengan membongkar dan merobohkan dapur dan tenda perjuangan tolak pabrik semen." Ujar Joko, Jumat (10/02).

Joko melanjutkan, pukul 19.55 WIB, pekerja semen bersama-sama mengangkat mushola yang dibangun warga pada 15 Februari 2016 lalu. Tenda perjuangan dan mushola serta peralatan ibadah yang berada di dalamya lantas dibakar.

Hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan dari PT. Semen Indonesia terkait aksi pembakaran yang disebut sebagai pekerja.


Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Gamophobia Bikin Sulit Jalin Hubungan

Kabar Baru Jam 7

Benarkah Proyek Food Estate Gagal?

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Most Popular / Trending