Berusia 10 Tahun, Pondasi Pos Suar Perbatasan di Ambalat Mulai Keropos

Menara suar ini merupakan titik terluar perbatasan Indonesia dengan Malaysia, yang menjadi penanda kawasan Ambalat sebagai milik Indonesia.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 08 Feb 2017 17:00 WIB

Author

Adhima Soekotjo

Berusia 10 Tahun, Pondasi Pos Suar Perbatasan di Ambalat Mulai Keropos

Upacara hormat bendera di Pos Karang Unarang, Perairan Ambalat, Nunukan, Kalimantan Utara. (Foto: ANTARA)


KBR, Nunukan - Pemerintah akan merenovasi pos suar Karang Unarang di Perairan Ambang Batas Laut Terluar (Ambalat) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Menara suar ini merupakan titik terluar perbatasan Indonesia dengan Malaysia, yang menjadi penanda kawasan Ambalat sebagai milik Indonesia. Menara ini dibangun 2005 atau sudah berusia lebih dari 10 tahun.

Asisten Deputi Pengelola Batas Negara Wilayah Laut dan Udara Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Rahman Ibrahim mengatakan, pos Karang Unarang perlu segera direhabilitasi karena bangunan pos dari besi sudah mulai keropos.

"Penelitian dari Angkatan Laut, pondasi dari suarnya sudah mulai keropos," kata Rahman Ibrahim, Rabu (8/2/2017).

Rahman mengatakan rencananya renovasi pos suar Karang Unarang akan dilaksanakan tahun ini. Keberadaan pos Karang Unarang sangat penting bagi Indonesia mengingat keberadaan pos tersebut merupakan dasar Indonesia sebagai penentu garis batas laut perairan Indonesia dengan Malaysia.

"Karang Unarang itu salah satu titik dasar Indonesia sebagai acuan penetuan batas laut sampai teritorial atau landas kontinen dan ZTE. Dan itu sudah dilaporkan ke PBB oleh pemerintah," imbuh Rahman.

Karang Unarang merupakan karang milik Indonesia yang berada di Laut Sulawesi. Letaknya berada 9 mil laut sebelah tenggara Pulau Sebatik, berbatasan dengan Malaysia.

Karang ini hanya muncul pada saat air laut surut. Ketika air laut surut di posisi terendah, ketinggian karang hanya sekitar 30 centimeter.

Rencana pembangunan menara suar Karang Unarang pada 2004 sempat memanaskan hubungan Indonesia dan Malaysia, yang ikut mengklaim wilayah Ambalat.

Pembangunan tetap dilakukan pada 21 Februari 2005. Menara tersebut berdiri di atas pondasi ukuran 5 X 5 meter dengan ketinggian 17 meter dan sinarnya bisa terlihat dari jarak 10 mil laut.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Ragam Bisnis Sustainable Fashion

Kabar Baru Jam 8

Akses Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas termasuk Orang dengan Kusta

Menyoal Kriteria Pemberian Vaksin Booster Covid-19