Aksi 212, Ketua DPR: Jangan Terpancing...

"Kita percayakan jalur-jalurnya. Inilah yang harus kita bedakan. Jangan sampai terpancing suasana politik yang tentunya sudah ada jalurnya masing-masing," kata Setya Novanto.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 21 Feb 2017 11:16 WIB

Author

Ria Apriyani

Aksi 212, Ketua DPR: Jangan Terpancing...

Di tengah hujan gerimis, massa dari Forum Umat Islam (FUI) tetap berdemonstrasi di depan gedung DPR, Selasa (21/2/2017). Mereka menuntut agar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dicopot dari jabatan Gubernu


KBR, Jakarta - Ketua DPR Setya Novanto meminta agar aksi massa dari kelompok ormas FUI di depan DPR menjaga ketertiban hingga aksi selesai.

Massa dari ormas Forum Umat Islam (FUI) hari ini menggelar aksi di depan gedung DPR. Sekitar 20 wakil demonstran dijadwalkan bertemu Komisi Hukum DPR. Belum dipastikan apakah ada pemimpin DPR yang juga akan menemui massa.

Setya Novanto meminta masyarakat tidak terpancing dengan dinamika politik soal pencopotan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari jabatan Gubernur DKI Jakarta.

"Masalah Ahok ini harus dibedakan, yang berkaitan dengan masalah hukum dan berkaitan dengan politik. Masalah hukum kita percayakan semua kepada mekanisme yang berlaku, sekarang sedang sidang. Kita percayakan jalur-jalurnya. Inilah yang harus kita bedakan. Jangan sampai terpancing suasana politik yang tentunya sudah ada jalurnya masing-masing," ujar Novanto di gedung DPR, Selasa (21/2/2017).

Baca juga:


Hari ini, massa dari Forum Umat Islam (FUI) menggelar aksi di DPR. Mereka menuntut agar pemerintah mencopot Ahok dari jabatannya sebagai gubernur DKI.

Sekjen FUI, Al Khaththath meminta DPR meneruskan tuntutan mereka kepada pemerintah.

"Masih sama, supaya segera dilaksanakan. Ahok harus dicopot dari gubernur," kata Khaththath.

Ketua DPR Setya Novanto mengatakan akan menampung permintaan massa, termasuk jika mereka meminta bertemu pemimpin DPR. Novanto menambahkan, mengenai keinginan massa agar Ahok dicopot, sejumlah fraksi di DPR sudah menggulirkan usulan hak angket (hak penyelidikan) yang akan segera dibahas di sidang paripurna. Namun menurut Novanto, prosesnya masih akan panjang.

"Kalau hak angket ini saya rasa kita tidak perlu tergesa-gesa. Kita perlu melihat beberapa hal, yang beberapa pihak yang partainya menarik (usulan)---karena menurut mereka hak-hak daripada, anggota dan tentu kita berikan melalui mekanisme-mekanisme aturan yg ada di DPR," kata Novanto.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14