Bagikan:

1,4 Juta Warga Miskin Terima Bantuan Nontunai Senilai 110 Ribu per Bulan

"Akan mulai dilakukan pembagian rastra (beras sejahtera) melalui jalur digital atau nontunai kepada 1,4 juta penerima manfaat di 44 kota,"

BERITA | NASIONAL

Senin, 06 Feb 2017 18:45 WIB

Author

Ria Apriyani

1,4 Juta Warga Miskin Terima Bantuan Nontunai Senilai 110 Ribu per Bulan

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (tengah) memperlihatkan kondisi raskin kepada warga penerima manfaat di Muara Bulian, Batanghari, Jambi, Sabtu (28/1). (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- Sebanyak 1,4 juta warga  miskin   akan menerima bantuan  nontunai tahun ini. Bantuan sebesar Rp 110 ribu per bulan untuk membeli bahan pangan akan disalurkan melalui Kartu Combo bekerjasama dengan empat bank milik pemerintah, BNI, Bank Mandiri, BTN, dan BRI.

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani mengatakan, tahun ini pemerintah menguji coba kebijakan ini di 44 kota.

"Pada tahun 2017 akan mulai dilakukan pembagian rastra (beras sejahtera)  melalui jalur digital atau nontunai kepada 1,4 juta penerima manfaat di 44 kota," ujar Puan di kantornya, Senin (6/2).

Penerima bantuan nantinya bisa membeli bahan pangan di 9.782 e-warung yang dibentuk pemerintah. Secara bertahap, bantuan lain seperti subsidi LPG juga menurutnya akan diintegrasikan ke kartu itu. Sementara itu untuk 14,3 juta penerima bantuan lainnya akan tetap menerima bantuan seperti biasa.

Ketua Otoritas Jasa Keunangan  Muliaman Hadad mengatakan pembentukan e-warung ini juga melibatkan pengusaha kelontong kecil. Mereka yang sudah berdagang minimal 2 tahun lebih diutamakan untuk menjadi agen e-warung. Pelaksanaannya, kata dia, tetap dipantau oleh Himbara (Himpunan Bank Negara).

"Untuk sementara kita prioritaskan yang sudah 2 tahun dulu. Ke depannya kalau dibutuhkan bisa kita longgarkan. Agen-agennya ini tetap dibina oleh Himbara. Supaya mereka bisa memberikan informasi yang tepat ke masyarakat."


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Pemerintah Mengatasi KLB Polio

Most Popular / Trending