Bagikan:

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Sebesar 4,79 Persen

Pertumbuhan ekonomi disokong sektor komunikasi dan informasi

BERITA | NASIONAL

Jumat, 05 Feb 2016 20:48 WIB

Author

Dian Kurniati

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015  Sebesar 4,79 Persen

Ilustrasi (sumber: BPS)

KBR, Jakarta– Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 tumbuh 4,79 persen. Angka ini melemah 0,23 persen jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2014 yang mencapai 5,04 persen. Meski begitu, kata Kepala BPS Suryamin Suryamin dilihat menurut kuartal, kondisi ekonomi saat ini lebih baik 1,83 dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahunannya 4,79. Dibandingkan tahun kemarin masih terjadi pelemahan. Tapi kalau dilihat menurut kuartal 4 tahun 2015 dibanding kuartal 4 2014, sudah mulai menunjukkan peningkatan,” kata Kepala BPS Suryamin Suryamin di kantornya Jumat (05/02/16).

Suryamin mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar memberikan pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Rupiah yang terus melemah menjadi pertimbangan para pelaku usaha dalam mengambil keputusan dan berbelanja.

Perekonomian Indonesia diukur berdasarkan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 11.540,8 triliun dan PDB perkapita mencapai Rp 45,2 juta atau USD 3.377,1. Pertumbuhan ekonomi dari segi produksi tertinggi disokong oleh sektor komunikasi dan informasi sebesar 10,06 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh konsumsi pemerintah sebesar 5,38 persen.

Ekonomi Indonesia 2015 kuartal empat bila dibanding kuartal empat 2014 tumbuh sebesar 5,04 persen, tertinggi dibanding kuartal-kuartal sebelumnya tahun 2015. Pada kuartal pertama 2015, pertumbuhan ekonomi sebesar 7,73 persen, kuartal kedua 4,66 persen, dan kuartal ketiga 4,74 persen. 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ragam Syarat Beli Minyak Goreng Curah, Efektifkah?