Bagikan:

Kelengkapan Izin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dibahas Besok

"Kami berusaha lengkapi termasuk justifikasinya dengan kementerian perhubungan."

BERITA | NASIONAL

Senin, 08 Feb 2016 13:49 WIB

Author

Dian Kurniati

Kelengkapan Izin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dibahas Besok

Ilustrasi: Miniatur kereta cepat Jakarta-Bandung (Sumber: PT KAI)

KBR, Jakarta– Izin pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung akan kembali dibahas besok. Direktur Utama PT. Kereta Cepat Indonesia-China Hanggoro Budi Wiryawan   mengatakan, perusahaannya akan kembali bertemu dengan Kementerian Perhubungan untuk membicarakan tiga perizinan yang belum terpenuhi. Dia juga menyatakan  keseriusannya memenuhi setiap kelengkapan yang diajukan Kementerian Perhubungan.

“Masih dalam proses. Secara normatif, apa yang ada di dalam persyaratan peraturan menterinya sudah kami penuhi. Namun, di dalam pembahasan ini berkembang, kekurangan ini, kekurangan itu,” kata Direktur Utama PT. Kereta Cepat Indonesia-China Hanggoro Budi Wiryawan, Senin (08/02/16). 

Hanggoro melanjutkan, "kami berusaha lengkapi termasuk justifikasinya dengan kementerian perhubungan. Kami harapkan Selasa besok sudah ada pembahasan lagi."

Saat ini, PT. KCIC masih mengupayakan izin pembangunan kereta cepat. PT. KCIC sebagai operator baru menyerahkan dokumen terkait perizinan sepanjang 5 kilometer pembangunan jalur kereta, yakni KM 95+00 hingga KM 100+00. Sehingga, panjang jalur yang disetujui juga baru 5 kilometer dari panjang 142 kilometer.

Kereta cepat Jakarta-Bandung dibangun oleh PT. Kereta Cepat Indonesia Cina yang merupakan perusahaan konsorsium Indonesia dan Cina. Proyek ini akan dibiayai China Development Bank dan konsorsium PT. Pilar Sinergi BUMN dengan komposisi 70 banding 30.

PT. Pilar Sinergi BUMN meliputi PT. Wijaya Karya, PT. Perkebunan Nusantara, PT. Jasa Marga, dan PT. Kereta Api Indonesia. Trase proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dimulai dari Halim Perdanakusuma, Jakarta dan berakhir di Tegalluar, Kabupaten Bandung. Berdasarkan hasil pra-studi kelayakan dari konsultan Cina, proyek pembangunan kereta cepat ini ditaksir menelan dana sekitar 5,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 70 triliun.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Subsidi dan Tata Kelola Pupuk Indonesia

Most Popular / Trending