Ini Alasan Dibuat Penjara Khusus Napi Terorisme

"Maksudnya deradikalisasi dia yang teradikalisasi. Sudah ada tiga orang itu."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 24 Feb 2016 15:19 WIB

Author

Randyka Wijaya

Ini Alasan Dibuat Penjara Khusus Napi Terorisme

Ilustrasi (sumber BNPT)

KBR, Jakarta- Kementerian Hukum dan HAM menyatakan ada tiga petugas penjara yang membina narapidana terorisme namun justru berbalik menjadi radikal. Kasus itu menunjukkan meskipun di dalam penjara, sebagian narapidana kasus terorisme masih bisa memengaruhi orang lain.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan untuk mencegah kasus itu terulang kembali, pemerintah  membuat penjara khusus narapidana terorisme di kawasan Sentul.

"Petugas-petugas kami tidak memiliki kemampuan untuk melakukan itu (pembinaan). Karena sudah ada beberapa, bukan banyak, tapi sudah ada beberapa." Kata Yasonna Laoly kepada KBR di Hotel Royal Kuningan Jakarta, Rabu (24/02/2016) 

Yasonna melanjutkan, "ada tiga orang yang dia maksud untuk melakukan pembinaan dia yang terbina. Maksudnya deradikalisasi dia yang teradikalisasi. Sudah ada tiga orang itu."

Saat dikonfirmasi siapa ketiga petugas itu Menteri Yasonna enggan berkomentar.

Menteri Yasonna melanjutkan,"Jadi untuk mencegah soal-soal seperti itu perlu ada tempat khusus. Nah itu yang di Sentul."

Selain penjara khusus, Kemenkumham juga akan berkoordinasi dengan ahli psikologi, ahli agama dan ahli-ahli lain untuk melakukan upaya deradikalisasi.

Pemerintah berencana memindahkan 204 narapidana terorisme ke penjara Sentul. Narapidana itu dari 47 penjara di 17 provinsi di Indonesia.

BNPT telah mengklasifikasikan narapidana kasus terorisme mulai dari yang radikal hingga toleran. Narapidana itu akan ditempatkan di penjara Sentul berdasarkan klasifikasi.

Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Cerdik Kelola THR

Kabar Baru Jam 8

Soal Kerumunan, Kegiatan Ibadah dan Ancaman Virus Covid-19 Varian Baru

Jihad itu Sebenarnya Apa Sih?