Bagikan:

Bank BUMN Akan Tanam Modal 25 Persen di Bank Daerah

"Jadi kita punya pendanaan, kita punya expertise, mereka punya jaringan. Jadi kita bisa bersinergi."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 16 Feb 2016 21:29 WIB

Author

Dian Kurniati

Bank BUMN Akan Tanam Modal 25 Persen di Bank Daerah

KBR, Jakarta– Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan menggandeng Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk memperkuat daya saing. Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan, saat ini bank-bank BUMN tengah menggodok rencana penanaman modal hingga 20-25 persen di BPD.

Kata Gatot, banyak BPD yang tertarik bekerja sama dengan bank BUMN.

“Kita sedang menjajaki untuk bekerja sama dulu dengan beberapa BPD. Karena kita perlu transfer teknologi dan SDM agar mereka juga siap,” kata Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan Kementerian BUMN Gatot Trihargo di kantornya, Selasa (16/02/16). 

Gatot melanjutkan, "apabila dimungkinkan, kita bisa punya share 20-25 persen. Jadi kita punya pendanaan, kita punya expertise, mereka punya jaringan. Jadi kita bisa bersinergi."

Gatot mengatakan, sinergi itu akan memperkuat daya saing dan memperluas jaringan perbankan. BPD juga dituntut banyak belajar dari bank BUMN tentang pengelolaan dana.

Gatot berujar, skema kerja sama ini bersifat kekeluargaan dan saling menguntungkan. Dalam kerja sama itu, BPD akan tetap memiliki saham mayoritas karena bank BUMN hanya akan menanam maksimal 25 persen. Oleh karena itu, kata Gatot, banyak BPD dari berbagai provinsi di Indonesia yang sudah menyatakan ketertarikannya terhadap rencana kerja sama itu. Namun, Gatot enggan menyebutkan nama-namanya.

Editor: Rony Sitanggang



 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Mengkritik Klaim Pemberantasan Korupsi di Era Jokowi

Most Popular / Trending