Utang Rp 1,8 Triliun Ganggu Pelayanan BPJS

KBR68H, Jakarta - Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) mengakui mengalami hambatan memberikan pelayanan prima karena utang bekas program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

NASIONAL

Selasa, 11 Feb 2014 21:47 WIB

Author

Yudi Rachman

Utang Rp 1,8 Triliun Ganggu Pelayanan BPJS

BPJS, utang, kesehatan, jamkesmas

KBR68H, Jakarta - Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) mengakui mengalami hambatan memberikan pelayanan prima karena utang bekas program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Kepala BPJS Fachmi Idris mengatakan, utang bekas pelayanan Jamkesmas tahun lalu mencapai Rp 1.8 triliun. Kata dia, banyak rumah sakit yang tidak mau bekerjasama dengan BPJS sebelum pelunasan utang tersebut.

"Kedua kelompok Jamkesmas, memang ada utang Rp 1.8 triliun se-Indonesia di tahun 2013 dan ini menganggu. Menganggu karena banyak rumah sakit yang kemudian dihentikan suplainya oleh farmasinya dan lain-lain. Mereka minta dilunasi dulu," ujar Kepala BPJS Fachmi Idris di Gedung KPK, Jakarta (11/2).

Kepala BPJS Fachmi Idris menambahkan, manajemen BPJS menolak membayarkan utang kepada rumah sakit karena wewenang Kementerian Kesehatan yang mengeluarkan program Jaminan Kesehatan Masyarakat.

Sebelumnya, Jamkesmas merupakan sebuah program jaminan kesehatan yang memberikan perlindungan sosial di bidang kesehatan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu. Iurannya dibayar oleh Kementerian Kesehatan. Program ini berjalan sejak 2008 lalu.

Editor: M. Irham

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN