SBY Resmi Tunjuk Muhammad Lufti Jabat Menteri Perdagangan

KBR68H, Jakarta - Bekas Duta Besar Indonesia untuk Jepang Muhammad Lufti resmi menggantikan Gita Wirjawan sebagai Menteri Perdagangan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) resmi menunjuk dia.

NASIONAL

Rabu, 12 Feb 2014 11:34 WIB

Author

Abu Pane

SBY Resmi Tunjuk Muhammad Lufti Jabat Menteri Perdagangan

menteri perdagangan, gita wirjawan, lutfi

KBR68H, Jakarta - Bekas Duta Besar Indonesia untuk Jepang Muhammad Lufti resmi menggantikan Gita Wirjawan sebagai Menteri Perdagangan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) resmi menunjuk dia.

SBY mengatakan, Lufti ditunjuk usai menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Menurutnya, Lufti memahami perdagangan Indonesia karena pernah menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia.

"Fit ando profer test sudah saya laksanakan dengan didampingi oleh Wakil Presiden. Saudara Muhammad Lufti bukan orang baru. Pak Lufti sudah berpartisipasi dan berkontribusi dalam pemerintahan yang saya pimpin. Mulai mengemban tugas sebagai Kepala BPKPM pada masa-masa yang tidak mudah. Dia menggalakan investasi yang tentu menjadi pendorong perekonomian Indonesia," ujar SBY di Jakarta, Rabu (12/2).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yakin Muhammad Lufti tidak akan kesulitan mengemban tugasnya sebagai Menteri Perdagangan. Sebab semasa menjadi Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Lufti berperan dalam memajukan perdagangan dan investasi antar kedua negara. Lufti sendiri akan dilantik sebagai Menteri Perdagangan Jumat mendatang.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Antipunah Episode Ekonomi Lestari Lewat Wirausaha Sosial

Pengenaan PPN Pada Sembako, Tepatkah?

Kabar Baru Jam 8

Pengetatan Pelaku Perjalanan Internasional Cukup Kuat?