Potret Anak Penderita Kanker Meraih Asa (IV)

NASIONAL

Jumat, 14 Feb 2014 21:34 WIB

Author

Kartika Sabturina

Potret Anak Penderita Kanker Meraih Asa (IV)

Potret Anak, Penderita Kanker

KBR68H, Jakarta - Akhirnya saya mengetahui alasan kami memasuki kamar. Tujuannya untuk bertemu dengan anak paling muda yang sudah tinggal selama 4 bulan di Rumah Kita. Namanya Syifa, berusia 2 bulan saat didiagnosis Rabdomiosarkoma atau lebih dikenal dengan kanker otot. Anak yang berasal dari lampung ini sudah menginjak usia 6 bulan.

Tapi saya kurang beruntung karena saat ditemui, anak mungil itu sedang istirahat setelah berobat dari rumah sakit dari raut wajahnya terlihat lelah sehingga saya tidak tega untuk berlama-lama.

Koordinator Rumah Kita milik Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), Ingrid Lolita, mengajak saya bertemu dengan seorang anak laki-laki asal Lampung Selatan, Maulana Akbar. Ia berusia 11 tahun saat didiagnosis leukimia atau kanker darah. Saat ditemui penulis, Akbar masih terlihat lelah karena baru pulang dari Rumah Sakit untuk kontrol penyakitnya. Tapi dengan senyum, dia menerima saya untuk berbincang.

Dia tidak merasa minder saat ditanya apa penyakit yang ada di dalam tubuhnya. Terkesan dia sangat tegar dan ingin melawan rasa sakit yang dideritanya.

“Awalnya aku sakit demam, panasnya tidak turun-turun dan kulit aku muncul merah-merah, Ibu bilang itu cacar,” ungkap Akbar dengan nada tenang menceritakan pengalamannya.

Akbar yang saat itu mengenakan jersey klub Barcelona, mengakui dirinya sangat menyukai sepakbola. Tapi apadaya tubuhnya kini tidak dapat beraktivitas terlalu berat karena penyakit bersarang di tubuhnya.

"Aku dari dulu suka sepakbola, aku nge-fans sama Messi dan klub Barcelona, tapi sekarang aku sudah tidak bisa main bola. Kalau dipaksain nanti drop lagi," kata Akbar dengan ekspresi yang tidak mengesankan kesedihan tetapi kesabaran menghadapi keadaannya.

Rangkaian pengobatan yang dilakukan oleh Akbar didampingi Ibunya, Sukaryanti. Ibunya dalam cerita Akbar selalu menemani dan mengantarkan berobat mulai dari Puskesmas desa Jatimulyo, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Muluk di Lampung, hingga pada Mei 2013 mendapat rujukan ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Cipto Mangunkusumo di Jakarta.

Ayah Akbar tinggal di Lampung Selatan bersama dengan kakaknya. Dia bekerja serabutan demi mendapat rupiah untuk membantu biaya perawatan anaknya di Jakarta. Mereka harus berpisah sementara karena Akbar yang didampingi oleh Ibunya harus menjalani pengobatan.

Keluarga Akbar tidak ada yang tinggal di Jakarta, sehingga Sukaryanti yang mendapat informasi mengenai rumah singgah untuk pengidap kanker dari perawat rumah sakit bisa bergabung di dalam YKAKI dan dapat tinggal di Rumah Kita sejak Juli 2013.

Akbar mengatakan kepada saya bahwa ia sangat ingin sembuh dari leukimia, dia tidak sabar untuk berkumpul bersama keluarganya lagi di kampung halamannya. Oleh karena itu, Akbar akan mengikuti semua terapi untuk kesembuhannya.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Jelang 2 Minggu, BagaimanaEvaluasi PSBB ?