Potret Anak Penderita Kanker Meraih Asa (III)

Sebelum naik ke lantai atas, Ingrid mengajak saya untuk melihat aktivitas anak yang sedang mengikuti kelas musik. Ada seorang anak yang sedang berlatih keyboard dipandu oleh seorang guru ditemani dengan dua anak lainnya. Mereka tertawa bila mendengar suar

NASIONAL

Jumat, 14 Feb 2014 21:32 WIB

Author

Kartika Sabturina

Potret Anak Penderita Kanker Meraih Asa (III)

Potret Anak, Penderita Kanker

KBR68H, Jakarta - Sebelum naik ke lantai atas, Ingrid mengajak saya untuk melihat aktivitas anak yang sedang mengikuti kelas musik. Ada seorang anak yang sedang berlatih keyboard dipandu oleh seorang guru ditemani dengan dua anak lainnya. Mereka tertawa bila mendengar suara sumbang dari irama keyboard tersebut. Mereka juga tidak sungkan untuk mengajak saya untuk duduk bergabung di dekat mereka. Tapi karena waktu terbatas, saya izin pamit meninggalkan ruangan.

Ada ruang terbuka berukuran kecil di belakang rumah, terawat dengan baik untuk anak-anak bermain-main di atas rerumputan, kemudian ada ruangan mushala untuk beribadah keluarga muslim.

Setelah itu, saya mulai melangkah ke lantai atas. Ada yang menarik di tangga, terdapat barisan foto anak-anak yang berpose mengenakan pakaian profesi orang dewasa. Setelah membaca penjelasan yang tertulis di bawah foto tersebut, saya mendapat keterangan bahwa foto itu merupakan impian dari anak-anak penderita kanker untuk masa depannya kelak.

Sampailah saya di lantai atas Rumah Kita milik Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI). Ada beberapa ruangan, tetapi Ingrid terlebih dahulu mengajak saya ke dalam ruangan yang banyak tumpukan buku-buku dan alat peraga anak untuk belajar. Saya diperkenalkan kepada beberapa orang yang bertugas sebagai staf pengajar ‘Sekolah-ku’, program YKAKI untuk anak-anak belajar di dalam Rumah Kita.

Saya menyaksikan anak-anak itu belajar didampingi guru, ada seorang anak yang mencoba memahami isi buku bergambar di meja belajar mereka yang minimalis karena hanya cukup untuk beberapa orang saja. Semangat belajar ditunjukkan anak-anak pengidap kanker tanpa merasa terpaksa.

Setelah itu, Ingrid mengajak saya memasuki kamar asrama anak. Kamar tersebut berisi sekitar 10 ranjang kayu lengkap dengan lemari di atasnya. Ranjang itu tidak hanya untuk anak-anak, orang tua atau pendamping mereka juga tinggal disana. Ingrid juga menjelaskan, seprai dan pakaian anak dicuci oleh yayasan, tetapi untuk setrika masing-masing oleh pendamping mereka.

Baca:

Potret Anak Penderita Kanker Meraih Asa (IV
)

Editor: Anto Sidharta
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Jelang 2 Minggu, BagaimanaEvaluasi PSBB ?