Potret Anak Penderita Kanker Meraih Asa (II)

Diawali dengan ruang utama rumah ini yang berada di lantai dasar. Lokasinya ada di tengah-tengah rumah dan ada beberapa ruangan khusus untuk kantor yayasan di sisi kirinya. Ruangan utama ini memiliki fungsi untuk berkumpul dan menjamu tamu-tamu yang berku

NASIONAL

Jumat, 14 Feb 2014 21:33 WIB

Author

Kartika Sabturina

Potret Anak Penderita Kanker Meraih Asa (II)

Potret Anak, Penderita Kanker

KBR68H, Jakarta - Diawali dengan ruang utama rumah ini yang berada di lantai dasar. Lokasinya ada di tengah-tengah rumah dan ada beberapa ruangan khusus untuk kantor yayasan di sisi kirinya. Ruangan utama ini memiliki fungsi untuk berkumpul dan menjamu tamu-tamu yang berkunjung. Terdapat foto-foto kegiatan, sertifikat, piagam, papan nama donatur dan juga penghargaan YKAKI di setiap sisi dinding.

Kemudian pandangan penulis terpusat pada kerumunan anak bersama dengan orang dewasa yang berada di sebelah kanan ruangan tersebut, yang juga terlihat dari teras saat penulis menukar sepatu dengan sandal. Akhirnya penulis tahu ruangan itu adalah dapur dan ruang makan.

“Mereka orang tua dan anak yang tinggal disini, kegiatan setiap harinya memasak dan membersihkan rumah ini bersama-sam. Saya disini sebagai koordinator dari Rumah Kita bertugas untuk mengingatkan jadwal piket mereka,” kata Ingrid Loritas dengan nada suara yang bersemangat.

Ingrid menjelaskan, orang tua dibebaskan untuk melakukan apa saja asal dapat menjaga dan merawat Rumah Kita. Anak dan Orang tua dibiasakan untuk makan di meja makan yang disediakan agar teratur gaya hidupnya serta menjaga rumah tetap bersih dan sehat. Jadi, pantas ruangan itu selalu ramai karena mereka biasa berkumpul disana untuk mengisi perut juga bertegur sapa.

Baca:

Potret Anak Penderita Kanker Meraih Asa (III)
Potret Anak Penderita Kanker Meraih Asa (IV)


Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Jelang 2 Minggu, BagaimanaEvaluasi PSBB ?