Pilih Hakim MK, DPR Bentuk Tim Seleksi dari Kalangan Akademisi

Komisi Hukum DPR membentuk tim khusus untuk menguji kelayakan dan kepatutan calon hakim Mahkamah Konstitusi.

NASIONAL

Rabu, 19 Feb 2014 21:49 WIB

Author

Ade Irmansyah

Pilih Hakim MK, DPR Bentuk Tim Seleksi dari Kalangan Akademisi

Hakim MK, DPR, Tim Seleksi

KBR68H, Jakarta – Komisi Hukum DPR  membentuk tim khusus untuk menguji kelayakan dan kepatutan calon hakim Mahkamah Konstitusi.

Anggota Komisi Hukum DPR Ahmad Yani mengatakan, tim seleksi tersebut dibuat untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat menyusul keterlibatan partai politik dalam memilih hakim Mahkamah Konstitusi.

Kata dia, tim seleksi tersebut berasal dari kalangan akademisi dan tokoh masyarakat. Nantinya, Komisi Hukum DPR hanya meminta laporan dari tim seleksi untuk memilih hakim.

“Nah tadi kita Komisi III sudah bersepakat bahwa kita akan mengundang panel ahli tokoh-tokoh dan negarawan serta bapak bangsa ini. Nanti mereka yang akan melakukan seleksi dan akhirnya nanti mekanisme akhirnya DPR akan memilih tetapi atas rekomendasi para ahli tersebut jadi mereka melakukan semacam wawancara atau uji kelayakan nanti kita Komisi III mendengar semua karena hasil kerja kita terbuka,” ujarnya kepada KBR68H saat dihubungi.

Anggota Komisi Hukum DPR, Ahmad Yani membantah, tujuan pembentukan tim seleksi ini dikarenakan banyak anggota DPR yang mulai sibuk berkampanye. Kata dia, beberapa nama tim seleksi sudah mulai diajukan, diantaranya Adnan Buyung Nasution, Buya Syafii Maarif dan Mahfud MD.

Sebelumnya, dengan dikabulkannya UU MK oleh Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu. Pemilihan hakim Mahkamah Konstitusi kembali seperti semula, yakni melalui uji seleksi yang dilakukan oleh DPR tanpa melalui keterlibatan Komisi Yudisial.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi "Drive Thru" Pertama Indonesia

Pahlawan Gambut

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10