Pengusaha Tak Siap Pasang Label SNI pada Produk Mainan Anak

KBR68H, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mengklaim kebanyakan pengusaha tidak siap menerapkan label Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk mainan anak anak.

NASIONAL

Jumat, 28 Feb 2014 14:24 WIB

Author

Nur Azizah

Pengusaha Tak Siap Pasang Label SNI pada Produk Mainan Anak

mainan, sni, label, apindo, pengusaha

KBR68H, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mengklaim kebanyakan pengusaha tidak siap menerapkan label Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk mainan anak anak. Sekjen APINDO Suryadi Sasmita mengatakan, pengusaha terkendala proses pemberian label SNI yang membutuhkan waktu lama. Apalagi, kata Suryadi, penerapan SNI tak mampu meningkatkan nilai jual produk lokal mainan anak dibanding produk impor asal Cina yang harganya lebih kompetitif di pasaran.

"Itu yang saya khawatirkan dengan adanya SNI ini itu barang-barang impor akan lebih banyak mengalir. Menjadi masalah sekarang barang impor pun akan kurang sebab untuk mendapatkan SNI mereka perlu ngasih contoh dulu, diperiksa, itu akan menghambat. Jadi di dalam tahun ini saya khawatirkan untuk mainan anak anak ini akan mandek," jelas Suryadi kepada KBR68H, Jumat (28/02).

Menurutnya, pemerintah harus mencari solusi jitu sambil pengusaha menanti panjangnya waktu pengurusan SNI. Lambat, ini prosesnya akan lama. Saya dari APINDO akan meminta kepada menterinya, tolong kita mencari jalan keluar yang baik kita undang asosiasi permainan supaya ada aturan tapi jangan sampai mematikan pengusaha dan juga rakyat," terang Suryadi. 

Mulai akhir April nanti pemerintah bakal menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada mainan anak anak. Ini dilakukan sesuai aturan menteri perindustrian yang melarang mainan anak anak mengandung bahan berbahaya. Penerapan SNI juga diberlakukan untuk produk impor. Namun APINDO pesimistis label SNI tak mampu meningkatkan daya saing mainan lokal ketimbang mainan impor yang lebih terjangkau di kalangan masyarakat.

Editor: Irvan Imamsyah

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18