Bagikan:

Pengamat: Jadi Menteri Perdagangan, Dulu Lutfi Mengurusi Kampanye SBY-JK

Pengamat ekonomi Yanuar Rizky menilai Lutfi tidak akan mengubah kebijakan perdagangan yang selama ini dijalankan Gita Wirjawan. Yanuar Rizky mengatakan pelantikan Lutfi sebagai Menteri Perdagangan yang baru sarat kepentingan politis Presiden Yudhoyono.

NASIONAL

Rabu, 12 Feb 2014 17:48 WIB

Author

Nur Azizah

Pengamat: Jadi Menteri Perdagangan, Dulu Lutfi Mengurusi Kampanye SBY-JK

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, ekonomi, Yanuar Rizky, Gita Wirjawan

KBR68H, Jakarta - Pengamat menilai penunjukkan Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Gita Wiryawan, tidak akan berdampak langsung terhadap masyarakat.

Pengamat ekonomi Yanuar Rizky menilai Lutfi tidak akan mengubah kebijakan perdagangan yang selama ini dijalankan Gita Wirjawan.

Yanuar Rizky mengatakan pelantikan Lutfi sebagai Menteri Perdagangan yang baru sarat kepentingan politis Presiden Yudhoyono. Terpilihnya Lutfi menggantikan Gita, menurut Yanuar, lantaran kedekatan keduanya dengan Presiden.

"Posisi yang mengurusi kampanye SBY-JK pada Pemilu 2004, dalam arti di area pebisnis kan itu Lutfi. Kemudian Lutfi jadi Kepala BKPM di 2004-2009. Lutfi juga yang kemudian membuat Gita juga jadi dekat di situ, di area politik itu. Kemudian Gita juga di posisi 2009 ketika SBY kemarin kampanye sama Boediono, posisi kampanye di pebisnis kan Gita juga yang ngurusin. Itu memang haknya presiden. Cuma kalau kita menilai (pengaruhnya) ke masyarakat, ya, begitu-begitu saja. Nggak akan ada hal hal yang berubah," kata Yanuar kepada KBR68H, Rabu (12/02).

Pengamat ekonomi Yanuar Rizky pesimistis Lutfi mampu memperbaiki situasi perdagangan di sisa waktu jabatan menteri perdagangan yang hanya tinggal beberapa bulan saja.

Sebelumnya Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan sejumlah komoditas pangan naik di musim penghujan, di antaranya cabe, ikan bandeng, terigu, dan tempe.

Pasca pelantikan, Muhammad Lutfi mengatakan akan melaksanakan perintah Presiden untuk menormalkan harga bahan pokok dan menggenjot ekspor.

Presiden SBY juga memerintahkan Lutfi agar memberi perhatian khusus terkait diplomasi perdagangan kelapa sawit. Lutfi menggantikan Gita yang ingin fokus maju sebagai capres Partai Demokrat melalui ajang konvensi.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua