Dimyati : Bekas Hakim MK Juga Pernah Jadi Politisi

KBR68H, Jakarta - Anggota Komisi Hukum DPR sekaligus calon hakim konstitusi, Dimyati Natakusumah menolak tudingan sebagai politisi bobrok.

NASIONAL

Senin, 24 Feb 2014 22:37 WIB

Author

Rio Tuasikal

Dimyati : Bekas Hakim MK Juga Pernah Jadi Politisi

dimyati natakusuma, hakim mk, dpr, politisi

KBR68H, Jakarta - Anggota Komisi Hukum DPR sekaligus calon hakim konstitusi, Dimyati Natakusumah menolak tudingan sebagai politisi bobrok. Sebelumnya, pencalonan dirinya menjadi hakim konstitusi menuai kritik karena dikhawatirkan tidak netral dalam mengambil keputusan selama menjabat hakim. Kata Dimyati, ada politisi bersih dan tetap berhak jadi hakim konstitusi. Kata dia, bekas hakim MK yang berkualitas seperti Jimly Asshidiqqie dan Mahfud MD juga pernah jadi politisi. (Baca: DPR Segera Umumkan Tim Pakar Seleksi Hakim MK)

"Gara-gara Akil Mochtar, gara-gara gubernur yang dari politisi juga bermasalah, dan banyak lagi yang lainnya, maka semua politisi dipukul rata bobrok. Nah itulah yang menantang saya maju. Saya harus membuktikan bahwa saya tidak seperti itu. Juga membuktikan politisi itu baik," kata Dimyati kepada KBR68H, Senin (24/2) malam.

Calon hakim konstitusi, Dimyati Natakusumah mengaku tidak membuat persiapan khusus untuk menghadapi uji kelayakan besok di DPR. Kata dia, masalah hukum konstitusi adalah makanan sehari-harinya di badan legislasi DPR. Meski didorong sepenuhnya oleh fraksi PPP, Dimyati mengaku tidak ambisius dengan seleksi ini. Kalau terpilih, Dimyati menjamin tak akan membawa kepentingan dari PPP.

Sore tadi Komisi Hukum DPR menerima total 12 calon hakim konstitusi. Sebanyak 11 calon berasal dari kalangan akademisi dan 1 merupakan politisi aktif di Senayan. MK membuka seleksi  dua hakim konstitusi menyusul penangkapan bekas Ketua MK, Akil Mochtar karena dugaan suap perkara pemilukada, dan hakim Harjono yang pensiun April mendatang. (Baca: Pilih Hakim MK, DPR Bentuk Tim Seleksi dari Kalangan Akademisi)

Editor: Nanda Hidayat


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi "Drive Thru" Pertama Indonesia

Pahlawan Gambut

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10