covid-19

BNN: Bekas Ketua MK, Akil Mochtar Positif Pakai Ganja

NASIONAL

Rabu, 05 Feb 2014 11:52 WIB

BNN: Bekas Ketua MK, Akil Mochtar Positif Pakai Ganja

akil mochtar, ganja, MK

KBR68H, Jakarta - Badan Narkotika Nasional menegaskan Bekas Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar terbukti positif mengkonsumsi narkotika jenis ganja. Ini terbukti dari air liur Akil.


Kepala BNN, Anang Iskandar menjelaskan BNN bersama Polri sudah melakukan tes DNA dan urin kepada Akil. Hanya saja saat itu hasilnya menunjukan negatif. Sementara hasilnya tes DNA dari air liur Akil positif sama dengan yang ada di lintingan ganja.


"Hasilnya yang bersangkutan ini adalah hasil DNA-nya liurnya itu nempel di lintingan ganja. (Kalau tes urin pak?). Di tes. Tapi kan tidak sedang tertangkap tangan. Kalau tidak tertangkap tangan kan bisa saja menggunakannya seminggu yang lalu, di tesnya sekarang, tentu juga akan negatif," kata Anang Iskandar selepas Rapat Koordinasi dengan POLRI di Jakarta, Rabu (5/2).


Anang menambahkan institusinya belum mengetahui waktu pemeriksaan Akil lebih lanjut. BNN dan Mahkamah Agung menilai Akil hanyalah pemakai. Sehingga tidak wajib untuk dikenakan hukuman penjara. 


Namun bila dibutuhkan untuk direhabilitasi, BNN akan memfasilitasinya. Anang juga menilai kasus Akil ini berbeda dari kasus-kasus lainnya. Sebab dirinya tidak tertangkap tangan memiliki narkotika, melainkan dari hasil penggeledahan oleh KPK.


Sebelumnya, KPK menggeledah ruang kerja Akil pada Oktober lalu. Penggeledahan ini terkait kasus suap sengketa pilkada yang menimpa Akil. Saat penggeledahan, Akil sendiri sudah ditahan di KPK. KPK mengklaim menemukan tiga linting ganja dan dua butir ekstasi dalam bungkusan rokok. Akil sendiri merasa dijebak dan membantah bahwa narkoba itu bukan miliknya.



Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ramai Cukai Rokok Mau Naik, Apa Kata Pakar dan DPR?