Akil: Mahfud MD Juga Putuskan Sengketa Pilkada Banten

Terdakwa Kasus suap sengketa Pilkada Gunung Mas dan Lebak Akil Mochtar memerotes sikap tidak adil Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak menyebut peran bekas Ketua MK Mahfud MD dalam perkara suap pilkada Lebak Banten. Menurut dia, da

NASIONAL

Jumat, 21 Feb 2014 08:26 WIB

Author

Khusnul Kotimah

Akil: Mahfud MD Juga Putuskan Sengketa Pilkada Banten

akil mochtar, suap, pilkada banten, mahfud MD

KBR68H, Jakarta - Terdakwa Kasus suap sengketa Pilkada Gunung Mas dan Lebak Akil Mochtar memerotes sikap tidak adil Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak menyebut peran bekas Ketua MK Mahfud MD dalam perkara suap pilkada Lebak Banten. Menurut dia, dalam sengketa pilkada Lebak Banten, Mahfud MD yang memutus persidangan 2011 lalu. 


Selain menuding peran Mahfud MD, Akil juga mengklaim pemberian uang dari Tubagus Chaeri Wardana, adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyahm senilai 7,5 Miliar ke CV Ratu Samagat milik istrinya tak terkait dengan sengketa pilkada Lebak Banten.


“Kalau istri saya punya bisnis apa ada hubungannya dengan Pilkada? Makanya tanya kepada CV ratu Samagat, masa saya yang harus bertanggung jawab kepada CV Ratu Samagat. (tapi jaksa mengatakan CV Ratu Samagat abal-abal?) ya berhayal sajalah bercerita. Nanti kita akan buktikan pada saat eksepsi saya tanggal 27 nanti,” jelas Akil Mochtar.


Jaksa Penuntut Umum KPK mendakwa Akil menerima suap Rp 7,5 miliar untuk mengurus sengketa Pemilihan Gubernur Banten. Uang tersebut ditransfer Tubagus Chaeri Wardana ke rekening atas nama CV Ratu Samagat. 


CV Ratu Samagat diketahui adalah perusahaan milik istri Akil, Ratu Rita. Sementara pada keterangan sebelumnya kepada media, bekas Ketua MK Mahfud MD mengaku menolak mendiskusikan perkara yang ditanganinya dengan siapa pun juga. Menurut dia, semua hakim konstitusi seharusnya mengerti bahwa pembahasan perkara dengan para pihak beperkara adalah pelanggaran kode etik.


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pascapenggerebekan, Mahasiswa Papua di Surabaya Trauma