'Pembahasan RUU KUHP Tak Bisa Ditunda'

KBR68H, Jakarta - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) menyatakan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) KUHP dan KUHAP tidak bisa ditunda. Pembahasan ini tetap dilanjutkan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

NASIONAL

Kamis, 20 Feb 2014 15:44 WIB

Author

Abu Pane

'Pembahasan RUU KUHP Tak Bisa Ditunda'

KUAP, Menkumham

KBR68H, Jakarta - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) menyatakan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) KUHP dan KUHAP tidak bisa ditunda. Pembahasan ini tetap dilanjutkan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

MenkumHAM Amir Syamsudin mengatakan, usulan penundaan pembahasan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bisa diterima. Namun pemerintah dan DPR bisa membahas usulan KPK yang ingin menghapus pasal pidana luar biasa tentang korupsi dalam KUHP dan KUHAP tersebut.

"Oleh karena itu kita mengalir saja sesuai dengan tahapan yang ada. Apa yang bisa kita kerjakan? Ya kita kerjakan. Ini sambil kita mendengarkan usulan-usulan para stekholder yang mempunyai kepentingan usulan. Kalau usulan menghapus pasal tindak pidana luar biasa bagaimana? Itulah nanti kita bicarakan. Saya kira lebih banyak pada suatu persepsi bersama yang harus diharmonisasi," ujar Amir di Jakarta, Kamis (20/2).

Sebelumnya KPK menilai pembahasan RUU KUHP dan KUHAP tidak bisa dilanjutkan. Sebab masa jabatan DPR sudah tinggal beberapa bulan lagi. Padahal ada sekitar 1000 pasal KUHP dan KUHAP yang mesti disahkan. 


Sementera Menteri Amis Syamsudin mengatakan, pembehasan KUHP dan KUHAP yang belum selesai bisa dilanjutkan oleh anggota DPR terpilih mendatang.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Polusi Udara Ibu Kota

What's Up Indonesia

Kabar Baru Jam 8