Setara: Pejabat di Daerah Lebih Takut Kepada Kelompok Intoleran

KBR68H, Jakarta - Setara Insitute mengecam kriminalisasi terhadap pembangunan rumah ibadah Geraja GPdI Mekargalih, Sumedang Jawa Barat.

NASIONAL

Senin, 18 Feb 2013 17:14 WIB

Author

Novaeny Wulandari

Setara: Pejabat di Daerah Lebih Takut Kepada Kelompok Intoleran

setara, gereja

KBR68H, Jakarta - Setara Insitute mengecam kriminalisasi terhadap pembangunan rumah ibadah Geraja GPdI Mekargalih, Sumedang Jawa Barat. Peneliti Setara Institute Abdul Khoir mengatakan, pendirian rumah ibadah merupakan hak yang melekat pada setiap hak beragama. Kata dia, Peraturan Daerah (Perda) Sumedang tentang izin pembangunan rumah ibadah dijadikan alat bagi kelompok intoleran sebagai pembatasan dan perampasan hak beragama.

"Tidak berizin, sebetulnya sebuah kekeliruan ya. Tapi dalam kasus ini, tidak masuk dalam kategori yang bisa dikriminal, seperti yang terjadi pada kasus pendeta ini. Menurut saya dalam kasus ini negara yang harus bertanggung jawab. tetapi pejabat-pejabat kita di daerah itu lebih takut kepada kelompok-kelompok intoleran ketimbang kepada konstitusi, kepada aturan-aturan yang ada."kata Abdul Khoir kepada KBR68H.

Sebelumnya Pengadilan Negeri Sumedang menjatuhkan vonis kepada Pendeta Bernard Maukur dengan dakwaan pelanggaran pendirian dan pengguanaan bangunana tanpa izin dari Bupati pada bulan Oktober tahun lalu. Dalam putusan tersebut Pendeta Bernard diwajibkan membayar denda sebesar 25 juta rupiah dalam jangka waktu satu tahunu. Padahal Pendeta Bernard Maukar sudah menggunakan fasilitas bangunan tersebut sejak tahun 1987.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20

Pemerintah akan Evaluasi Peningkatan Serapan Anggaran

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18