Masa Pemilihan Ketua Komnas HAM yang Baru Masih Belum Jelas

Para anggota Komisi Nasional (Komnas) HAM masih ragu untuk melaksanakan keputusan rapat paripurna tentang metode pemilihan ketua organisasi pembela HAM tersebut. Padahal dalam rapat siang sebelumnya telah disepakati adanya pergantian ketua transisi yang s

NASIONAL

Kamis, 07 Feb 2013 19:06 WIB

Author

Sindhu Darmawan

Masa Pemilihan Ketua Komnas HAM yang Baru Masih Belum Jelas

Ketua Komnas HAM

KBR68H, Jakarta - Para anggota Komisi Nasional (Komnas) HAM masih ragu untuk melaksanakan keputusan rapat paripurna tentang metode pemilihan ketua organisasi pembela HAM tersebut. Padahal dalam rapat siang sebelumnya telah disepakati adanya pergantian ketua transisi yang saat ini dijabat oleh Otto Nur Abdillah.

Anggota Komnas HAM, Roichatul Aswidah mengatakan pemilihan ketua baru akan dilaksanakan setelah masa kepemimpinan transisi berakhir. Namun, Roichatul tidak bisa menjelaskan kapan masa kepemimpinan transisi tersebut berakhir.

“Musyawarah tadi sudah disepakati ya, tetapi kemudian soal pelaksanaannya kemudian harus dilihat ya, kemudian nanti bagaimana pelaksanaannya, dan kemudian untuk itu soal bagaiman kepemimpinan itu juga akan dilihat bagaimana kemudian untuk melaksanakan secara sepenuhnya tatib itu. Tadi, kawan-kawan belum menetapkan secara penuh waktunya sampai kapan, karena teman-teman juga tunduk pada jadwal,” tutur Roichatul usai rapat pleno Komnas HAM.

Sebelumnya, Komisi Nasional (Komnas) HAM menggelar paripurna penentuan ketua komisi pembela HAM tersebut. Namun rapat tersebut berlangsung alot, dan disertai perdebatan panjang antar anggota.

Konflik di internal Komnas HAM memperebutkan jabatan ketua makin memanas. Malam tadi, sebagian besar anggotanya setuju merombak tata tertib tentang masa jabatan ketua Komnas HAM. Masa jabatan Ketua Komnas HAM yang sebelumnya 2,5 tahun dipersingkat menjadi satu tahun. Namun kalangan aktivis HAM menilai konflik ini akan melemahkan kinerja Komnas dalam menyelesaikan pelanggaran HAM yang belum tuntas.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Terus Menginspirasi

Peran Wadah UMKM di Masa Pandemi

Program Vaksinasi COVID-19 Tahap Kedua

Kabar Baru Jam 7

Wawancara eksklusif KBR bersama Wakil Presiden Maruf Amin terkait Toleransi