Langgar Moratorium, 12 PJTKI Dicabut Ijinnya

Kementerian Tenaga Kerja mengklaim telah mencabut ijin 12 Perusahaan Penyalur Tenaga Kerja Indonesia lantaran melanggar moratorium atau penghentian sementara waktu buruh migran ke Timur Tengah.

NASIONAL

Selasa, 12 Feb 2013 10:18 WIB

Author

Quinawati Pasaribu

Langgar Moratorium, 12 PJTKI Dicabut Ijinnya

moratorium, PJTKI

KBR68H, Jakarta – Kementerian Tenaga Kerja mengklaim telah mencabut ijin 12 Perusahaan Penyalur Tenaga Kerja Indonesia lantaran melanggar moratorium atau penghentian sementara waktu buruh migran ke Timur Tengah. Juru Bicara Kementerian Tenaga Kerja, Suhartono mengatakan, pencabutan izin itu dilakukan sejak awal tahun ini. Kata dia, selain ke Timur Tengah pihaknya juga menemukan indikasi perdagangan manusia lantaran mengirim TKI  tanpa dokumen resmi.

“Nah itulah yang kita menjadi tugas bersama, banyak modus penempatan TKI wanita yang tidak dilengkapi dokumen untuk kerja di luar negeri. kita minta laporan masyarakat dan kerjasama dengan polisi dan kemendagri jangan sampai negara mana yang sedang dimoratorium ada penempatan ke sana.” ucap Suhartono di program Sarapan Pagi KBR68H.

Sebelumnya Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar melarang TKI perempuan untuk bekerja ke Timur Tengah. Terutama bekerja di sektor domestik, yang masih dikenakan status moratorium. Alasannya, untuk melindungi TKI. Hingga saat ini, Pemerintah Indonesia masih memberlakukan moratorium penempatan TKI di Arab Saudi, Jordania, Suriah, dan Kuwait. Moratorium tetap diberlakukan selama kepastian perlindungan hukum dan pemberian hak-hak dasar bagi TKI kita di luar negeri belum terjamin oleh negara penempatan.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

KPK Hentikan Puluhan Penyelidikan Kasus Korupsi

Sulap Limbah Jadi Produk

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13