Antara, Balai Pustaka dan Percetakan Negara Bakal Disatukan

KBR68H, Jakarta

NASIONAL

Selasa, 19 Feb 2013 23:57 WIB

Author

Ade Irmansyah

Antara, Balai Pustaka dan Percetakan Negara Bakal Disatukan

Antara, PNRI, Balai Pustaka

KBR68H, Jakarta – Pemerintah berencana akan menyatukan tiga perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tahun ini. BUMN itu adalah LKBN Antara, Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) dan PT Balai Pustaka.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan mengatakan ketiga perusahaan digabung agar bisa saling menyokong, terutama untuk mengembangkan strategi bisnis. Untuk langkah awal penyatuan ketiga perusahaan, Dahlan menunjuk Hempi Prajudi sebagai Dirut PNRI. Sebelumnya Hempi menjabat sebagai Direktur Komersial dan Teknologi Perum LKBN Antara.

“Ini pengangkatannya juga sekaligus supaya memudahkan ke depan penyatuan PNRI dengan Antara. Supaya Antara ini lebih kuat kalau mempunyai unit bisnis atau group bisnis yang tidak selalu bersandar pada PSO, nah ini salah satunya adalah supaya nanti PNRI, Balai Pustaka, Antara itu satu group usaha. Dengan demikian nanti Antara mendapat support keuangan dari bisnis komersialnya di PNRI,” kata Dahlan.

Menteri BUMN Dahlan Iskan telah menyerahkan direksi untuk sepenuhnya membentuk skema kerjasama. Sedangkan untuk Balai Pustaka, dia meminta memperbaiki internal terlebih dahulu sebelum bergabung. Sejumlah aset Balai Pustaka harus dijual untuk membayar defisit keuangan di masa lalu. Sebelumnya Dahlan mengatakan Balai Pustaka termasuk dari empat BUMN yang akan likuidasi tahun ini.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Inisiatif Daur Pangan di Masa Pandemi

Mama 'AW': Menerobos Semak Berduri

Kabar Baru Jam 8

Waspada Peningkatan Kekerasan terhadap Perempuan di Dunia Siber