Bagikan:

Turunkan Angka Tengkes, Begini Pesan Jokowi

"Kementerian masih memberi biskuit pada anak. Cari mudahnya. Saya tahu, lelangnya gampang. Kalau telur, ikan ini kan gampang busuk,"

NASIONAL

Rabu, 25 Jan 2023 14:39 WIB

Turunkan angka tengkes

Cegah tengkes, kampanye anak gemar makan ikan di Festival Ikan Milenial di Gedung Sate, Bandung, Jabar, Jumat (02/12/22). (Antara/Raisan Al Farisi)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo menyebut target penurunan angka  stunting atau tengkes menjadi 14 persen di tahun 2024 itu bukan target yang sulit. Kata dia yang dibituhkan adalah kemauan untuk mencapai target tersebut. 

Presiden juga melarang kementerian mengambil jalan mudah dengan memberikan biskuit sebagai makanan tambahan untuk anak.

"Asal kita bisa mengonsolidasikan ini dan jangan sampai keliru. Karena yang lalu-lalu yang saya lihat di lapangan, dari kementerian masih memberi biskuit pada anak. Cari mudahnya. Saya tahu, lelangnya gampang. Kalau telur, ikan ini kan gampang busuk, gampang rusak telur. Ini mudah, cari mudahnya saja. Jangan dilakukan lagi, sudah. Kalau anaknya, bayinya harus diberikan telur ya telur, berikan ikan ya ikan," kata dia saat Rakernas Program Banggakencana dan Penurunan Stunting, di Auditorium BKKBN Halim Perdanakusuma, Rabut (25/01/23).

Meski 14 persen tahun 2024 bukan target yang sulit, Presiden Jokowi menyebut tengkes di negara Indonesia menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar, yang harus segera diselesaikan. 


Baca juga:

Asupan Protein Hewani Rendah, Picu TengkesFokus APBN 2023, Jokowi: Penurunan Tengkes, Kemiskinan Ekstrem, Pangan

Kata dia, dampak tengkes ini bukan hanya urusan tinggi badan, tetapi yang paling berbahaya adalah nanti rendahnya kemampuan anak untuk belajar, keterbelakangan mental, dan yang ketiga munculnya penyakit-penyakit kronis yang gampang masuk ke tubuh anak. Oleh sebab itu, target 14 persen di tahun 2024 ini harus bisa di capai.

Kata dia dengan kekuatan bersama, serta semuanya bergerak, maka angka itu bukan angka yang sulit untuk dicapai asal semuanya bekerja bersama-sama.

"Karena kita kalau di ASEAN ini masih berada di tengah-tengah, 21,6 itu di tengah-tengah. Jadi, nanti kalau sudah masuk ke 14 [persen], nah ini baru kita berada di bawahnya Singapura sedikit," tambahnya


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Laku Ramah Lingkungan dari Bilik Kecil Kantin Sekolah di Bali

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending