Bagikan:

Pembagian STB TV Digital Tidak Merata, Kemenkominfo Siapkan Sanksi

Kementerian Kominfo akan memberlakukan sanksi administrasi dan denda kepada stakeholders terkait pembagian Set Top Box (STB) siaran televisi digital yang belum merata.

NASIONAL

Selasa, 24 Jan 2023 22:59 WIB

Author

Shafira Aurel

STB

Ilustrasi. (Foto: Soumith Soman/Pexels)

KBR, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan memberlakukan sanksi administrasi dan denda kepada stakeholders terkait pembagian Set Top Box (STB) untuk menerima siaran televisi digital yang belum merata.

Direktur Penyiaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Ditjen PPPI) Geryantika Kurnia mengatakan akan memberikan sanksi kepada pihak swasta yang dalam menjalankan kewajibannya dinilai tidak maksimal dalam memberikan bantuan Set Top Box (STB) kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dikutip dari catatan data terpadu Kementerian Sosial terdapat 5,6 juta rumah tangga miskin yang akan diberikan subsidi STB ini.

"Nah pembagian Set Top Box (STB) ini harusnya berakhir di tanggal 2 November 2022. Sampai sekarang kita masih menunggu dari pihak swasta ini, kalau misalkan kewajibannya tidak dipenuhi ya kita harus tegakkan sanksi sesuai dengan aturan PP 5 maupun PM 6," kata Geryantika Kurnia, dikutip dalam kanal youtube Kemkominfo TV, Selasa (24/1/2023).

Baca juga:


Geryantika Kurnia juga mempertanyakan komitmen para penyelenggara multipleksing untuk menuntaskan tugas mereka membagikan set top box kepada keluarga miskin di Tanah Air. Pemerintah menyiapkan 6,7 juta unit STB untuk dibagikan gratis ke masyarakat. 

Sebelumnya, berbagai pihak mempertanyakan pembagian STB yang tidak merata di daerah. Sejumlah DPRD di daerah mendorong agar migrasi siaran tv analog ke tv digital, atau mematikan siaran tv analog (Analog Switch Off/ASO) di daerah ditunda.

Kementerian Kominfo juga mendorong agar harga jual STB di tingkat ritel stabil atau tidak mengalami kenaikan cukup tinggi.

Geryantika Kurnia mengakui saat ini terjadi kenaikan harga STB di level pengecer. Ini diduga karena para pedagang berupaya meraup keuntungan di tengah tingginya permintaan set top box.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Laku Ramah Lingkungan dari Bilik Kecil Kantin Sekolah di Bali

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending