Bagikan:

KLB Campak, IDAI Dorong Imunisasi Anak

"Secara global memang imunisasi menjadi turun cakupannya ditambah dengan karena kita lihat ah campak udah tidak pernah lihat Kok itu sih zaman dulu,"

NASIONAL

Jumat, 20 Jan 2023 07:34 WIB

Author

Muthia Kusuma

KLB campak

KLB campak, vaksinasi Diphteria Tetanus (DT) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kediri, Jatim, Senin (02/01/23).(Antara/Prasetia Fauzani)

KBR, Jakarta- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat terjadi lonjakan kasus konfirmasi campak mencapai 32 kali lipat menjadi lebih 3.300 kasus pada 2022 dibanding tahun sebelumnya. Ketua Unit Kerja Koordinasi Penyakit Infeksi Tropik IDAI, Anggraini Alam mengatakan, Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak di Indonesia dilaporkan di 31 provinsi di Indonesia sepanjang 2022 dengan pasien hampir di semua umur. 

Oleh karena itu ia meminta masyarakat melengkapi vaksinasi campak dan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) lainnya.

"Dan lebih menurun lagi di 2020 artinya memang cakupan kita se-indonesia sudah rendah. Mulai kapan? Mulai 2015 utamanya. Apalagi ditambah adanya COVID-19. Secara global memang imunisasi menjadi turun cakupannya ditambah dengan karena kita lihat ah campak udah tidak pernah lihat Kok itu sih zaman dulu," ucap Anggraini dalam konferensi pers daring, Kamis, (19/01/2023)

Ketua Unit Kerja Koordinasi Penyakit Infeksi Tropik IDAI, Anggraini Alam menambahkan apabila anak terinfeksi campak, maka akan menurunkan kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit. 

Baca juga:

Anggraini mengatakan, campak dapat mengakibatkan komplikasi yang mengakibatkan kematian. Adapun gejala campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit (rash) disertai dengan batuk dan atau pilek dan atau konjungtivitis (mata merah akibat peradangan) yang dapat berujung pada komplikasi berupa pneumonia, diare, meningitis.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Episode 5: Gen Z: Si Agen Perubahan Penentu Masa Depan

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending