Bagikan:

Kisruh Penghentian Liga 2 dan Liga 3 Musim 2022/2023

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi mengklaim, keputusan itu atas permintaan dari sebagian besar klub Liga 2.

NASIONAL

Senin, 16 Jan 2023 11:07 WIB

Kisruh Penghentian Liga 2 dan Liga 3 Musim 2022/2023

Kongres Luar Biasa PSSI di Jakarta, Minggu, 15 Januari 2023. Foto: PSSI.org

KBR, Jakarta- Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menghentikan kompetisi Liga 2 dan Liga 3 musim 2022-2023.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi mengeklaim, keputusan itu atas permintaan dari sebagian besar klub Liga 2. Yunus tidak memerinci klub mana saja yang mengajukan permohonan penghentian liga .

"Seperti rilis pers dan keputusan rapat Exco beberapa waktu lalu. Dalam keputusan rapat Exco, Executive Committee telah memutuskan beberapa hal. Pertama tentang penghentian Liga 2, yang secara otomatis juga menghentikan Liga 3 nasional," ujar Yunus dalam Press Conference Hasil Kongres Biasa PSSI 2023, Minggu, (15/01/22).

Sekjen PSSI, Yunus Nusi menjelaskan, alasan lain penghentian Liga 2 karena perlunya penyesuaian atas rekomendasi Tim Transformasi Sepak Bola Indonesia usai Tragedi Kanjuruhan. Tim ini, kata Yunus, menyebut sarana dan prasarana klub Liga 2 belum memenuhi syarat yang ditetapkan.

"Tetapi tetap mempersilahkan untuk melaksanakan Liga 3 nasional di tingkat provinsi. Dan dikarenakan Liga 2 tidak dilaksanakan, tentu tidak ada degradasi liga," ujar Yunus.

Selain itu ia mengeklaim, penghentian Liga 2 sesuai peraturan polisi terkait periode perizinan kompetisi. Keputusan lain adalah peniadaan Liga 3 tingkat nasional hingga penghapusan degradasi BRI Liga 1 2022/2023.

Keputusan menghentikan kompetisi Liga 2 juga sudah ditetapkan saat rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Kamis, 12 Januari 2022.

Reaksi Klub Liga 2

Merespons penghentian Liga 2 dan Liga 3, PSMS Medan memutuskan membubarkan tim mereka secara permanen. PSMS Medan menyebut, keputusan exco PSSI itu memadamkan harapan pesepak bola daerah dan tidak suportif.

Manager PSMS Medan, Mulyadi Simatupang mengeklaim manajemen tetap memberikan hak-hak pemain seperti tiket pulang dan 50 persen gaji.

"Sikap kami sangat kecewa kepada para Exco PSSI. Berpikirnya terlalu pendek. Mencederai sportivitas dan membunuh harapan masyarakat sepak bola," ucap Mulyadi kepada wartawan, Minggu, (15/01/2023).

Manager PSMS Medan, Mulyadi Simatupang mengaku tidak pernah menandatangani surat persetujuan penghentian Liga 2.

Hal senada juga diungkap oleh PSCS Cilacap, Persipal Palu, Persiba Balikpapan dan Karo United melalui akun instagram mereka. 

Padahal, Exco PSSI mengeklaim pembubaran Liga 2 itu telah disetujui 20 klub sepak bola. Itu sebab, Persipura Jayapura berniat menggugat PSSI terkait dihentikannya kompetisi Liga 2.

Upaya Kemenpora

Pemerintah turut bersikap terkait penghentian Liga 2 dan Liga 3. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan melakukan audiensi dengan sejumlah klub sepak bola Liga 2. Audiensi itu dijadwalkan dengan agenda pembahasan penghentian kompetisi Liga 2.

Menpora Zainudin Amali mengeklaim tengah mendiskusikan cara memperkuat klub sesuai aturan dan berlandaskan aturan FIFA dan PSSI. 

Ia juga meminta pembangunan persepakbolaan Indonesia dibenahi secepatnya. Menpora menegaskan, pemerintah tidak akan ikut campur, namun akan memberikan dukungan penuh. 

‚ÄúTetapi Pemerintah memberikan dukungan untuk percepatan pembangunan persepakbolaan nasional," ujar Zainudin Amali, saat memberikan sambutan dalam acara Kongres Biasa PSSI 2023 di Jakarta, Minggu, (15/01/2023).

Keputusan Keliru

Berdasarkan analisis pengamat sepak bola, Kesit Budi Handoyo, penghentian Liga 2 dan Liga 3 merupakan keputusan keliru.

Menurutnya, keputusan itu otomatis menghapus sistem degradasi di Liga 1 sehingga pertandingan tidak kompetitif. Pemberhentian liga juga bisa menghambat pembinaan atlet dan menumpulkan kemampuan mereka mengolah bola.

"Ya kalau PSSI mungkin karena mereka merasa pada saat ini sudah bersiap-siap untuk menggelar kongres, sebentar lagi akan ada pergantian kepengurusan ya mungkin kepengurusan sekarang merasa ya sudahlah begitu kan, tidak usah diterusin tidak apa-apa, mungkin cara berpikirnya begitu kan," ucap Kesit kepada KBR, Minggu, (15/01/2023).

Lanjutkan Liga 2 dan Liga 3

Pengamat sepak bola, Kesit Budi Handoyo menambahkan, managemen klub sepak bola juga sangat dirugikan atas keputusan itu. Kesit beralasan, penghentian akan membebani keuangan klub yang bisa berimbas kepada upah pemain dan ofisial. Penghentian Liga 2 dan 3 juga bisa meningkatkan citra buruk PSSI usai Tragedi Kanjuruhan.

"Akhirnya kembali kepada niat apa pun kondisinya ya kecuali voice Manager lho, ya. Kalau saat ini menurut saya penghentian ini bukan karena force majeure. Kalau force majeure misalnya, ada bencana itu mungkin masih bisa kita terima, ini kan tidak ada," ucap Kesit kepada KBR, Minggu, (15/01/2023).

Kesit menyarankan Liga 2 dan Liga 3 tetap diselenggarakan dengan sistem gelembung atau bubble, dan tetap menggunakan mekanisme degradasi dan promosi.

Baca juga:

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Badai PHK dan Tingginya Pengangguran

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Desakan Bikin Layanan Konsultasi Psikologi di Kampus

Most Popular / Trending