Bagikan:

Kemenkes akan Merilis Hasil Sero Survei Februari

Sero survei adalah tes darah yang dilakukan untuk memeriksa antibodi terhadap virus.

NASIONAL

Rabu, 25 Jan 2023 15:11 WIB

Author

Muthia Kusuma

Kemenkes akan Merilis Hasil Sero Survei Februari

Ilustrasi. (Foto: Starline/Freepik.com)

KBR, Jakarta- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut penyebab lonjakan kasus COVID-19 adalah virus korona varian baru, bukan mobilitas masyarakat.

Karena itu, menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, untuk mengantisipasi peningkatan kasus korona, perlu didukung ketahanan populasi yang diukur melalui sero survei per enam bulan.

"Karena memang sudah secara saintifik terbukti penyebab dari lonjakan bukan mobilitas, tapi adalah varian baru dan berapa kuat daya tahan masyarakat," ucap Menteri Budi dalam rapat kerja dengan Komisi Kesehatan DPR, Selasa, (24/01/2023).

Guna mengukur kadar antibodi terbaru, pemerintah melakukan sero survei pada Januari 2023 yang hasilnya baru diketahui awal bulan depan.

Sero survei adalah tes darah yang dilakukan untuk memeriksa antibodi terhadap virus. Cara ini digunakan untuk mengetahui jumlah populasi penduduk Indonesia yang sudah memiliki antibodi terhadap SARS-CoV-2.

"Atau sistem pertahanan rakyat kita tinggi sekali, dari 87% naik ke 98% dan titer antibodinya atau kualitas pertahanannya naik dari 400 unit per ML menjadi Rp2.000. Ini yang membuat pada saat kemarin bulan Juli-Agustus, Lebaran ini dibuka, Bapak Presiden nanya saya, 'bilang dibuka saja, Pak'," kata Budi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berharap ketahanan populasi saat ini dapat menekan lonjakan kasus korona jika ada varian baru COVID-19 di tanah air. Strategi sero survei ini digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan kesehatan pandemi COVID-19.

Di antaranya ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan dasar peningkatan capaian vaksinasi lengkap, booster, serta vaksinasi anak.

Perkembangan COVID-19

Berdasarkan data Satgas COVID-19, per Selasa, (24/01), kasus terkonfirmasi positif bertambah 218 orang. Di hari yang sama, angka kesembuhan juga bertambah 453 pasien, sedangkan angka kematian bertambah 5 orang.

Sejak kasus pertama terjadi di Indonesia pada Maret 2020, hingga kini sudah ada 6.728.402 warga terinfeksi COVID-19, 6.562.721 sembuh, dan 160.793 orang meninggal.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Laku Ramah Lingkungan dari Bilik Kecil Kantin Sekolah di Bali

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending