Bagikan:

Jokowi: Efek Pencabutan PPKM Terlihat di Februari

Jokowi memperkirakan, efek pencabutan PPKM akan terlihat pada bulan depan.

NASIONAL

Senin, 09 Jan 2023 10:46 WIB

Author

Heru Haetami

Jokowi: Efek Pencabutan PPKM Terlihat di Februari

Presiden Jokowi berbincang dengan pedagang di Pasar Sentul, Kota Yogyakarta, Provinsi DIY, Minggu, 08-01-2023. -Foto: BPMI Setpres/Rusman

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo berharap aktivitas perdagangan bisa kembali ramai setelah pemerintah mencabut kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), akhir tahun lalu.

Hal itu disampaikan Jokowi usai mengecek harga sejumlah komoditas di Pasar Sentul, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu, 8 Januari 2023. Jokowi memperkirakan, efek pencabutan PPKM akan terlihat pada bulan depan.

“Kita harapkan itu, kan, baru aja kan (pencabutan kebijakan PPKM, red), baru seminggu dua minggu, saya kira efeknya akan kelihatan nanti di bulan Februari,” kata Jokowi, Minggu, (8/01/2023).

Jokowi berharap, setelah pencabutan PPKM, usaha kecil menengah (UKM), outlet, toko-toko kecil, dapat bergeliat seperti sebelum pandemi COVID-19.

PPKM Dihentikan

Sebelumnya, Jokowi menghentikan PPKM, Jumat, 30 Desember 2022. PPKM adalah salah satu upaya pemerintah membatasi mobilitas masyarakat selama pandemi virus korona.

Jokowi mengklaim pencabutan PPKM dilakukan atas pertimbangan angka kasus COVID-19 yang telah dikaji berbulan-bulan. Presiden menyebut, Indonesia termasuk satu dari empat negara G20 yang dalam 10 bulan berturut-turut tidak mengalami gelombang pandemi.

"Setelah mengkaji dan mempertimbangkan perkembangan, kita ini mengkaji sudah lebih dari 10 bulan, dan lewat pertimbangan-pertimbangan yang berdasarkan angka-angka yang ada maka pada hari ini, pemerintah memutuskan untuk mencabut PPKM," kata Jokowi.

Data COVID-19 dan Vaksinasi

Berdasarkan data Satgas COVID-19, pada hari kelima pencabutan PPKM, atau Rabu, 4 Januari 2023, angka kasus positif bertambah 597 pasien, dan sebanyak 665 orang sembuh. Di hari yang sama terdapat sembilan orang meninggal akibat virus korona.

Tercatat, sejak kasus pertama kali muncul pada Maret 2020, sudah terdapat 6.721.692 orang terkonfirmasi COVID-19. Total ada 6.552.142 orang sembuh, dan 160.657 orang meninggal akibat virus korona.

Sementara itu, untuk data vaksinasi ke-1, terdapat 204.045.153 jiwa sudah divaksin, dan 174.799.346 sudah menjalani vaksinasi ke-2.

Kemudian untuk vaksinasi ke-3 tercatat sudah ada 68.616.692 orang, dan 1.177.901 menjalani vaksinasi ke-4. Target sasaran vaksinasi nasional adalah 234.666.020.

Baca juga:

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Episode 3: Mengapa Bisa Terjadi Kekerasan Seksual di Pesantren?

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending