Bagikan:

Jarak Melahirkan dan Hamil Terlalu Dekat Sebabkan Stunting

Jarak melahirkan dan kehamilan ibu harus memenuhi nutrisi tubuh untuk mempersiapkan kehamilan berikutnya

NASIONAL

Selasa, 24 Jan 2023 13:49 WIB

Author

Hoirunnisa

Jarak Melahirkan dan Hamil Terlalu Dekat Sebabkan Stunting

Petugas posyandu menimbang berat badan balita di kampung Nelayan Seberang, Medan. Senin 16/01/2023. Foto: ANTARA/Yudi

KBR, Jakarta- Guru Besar bidang Obstetri dan Ginekologi Universitas Indonesia, Dwiana Ocviyanti mengatakan, jarak melahirkan dan hamil kembali yang terlalu dekat bisa berisiko lahirkan anak dengan Stunting. Hal itu, kata dia, lantaran ibu tidak memiliki waktu istirahat yang cukup namun kemudian harus kembali bekerja ekstra menyiapkan kehamilan.

"Bagaimana mungkin kalau ibu masih punya bayi, hamil juga tidurnya 6-8 jam bayikan bangun terus. Karena itu kita bilang jangan hamil dulu sebelum anak ibu minimal 2 tahun," kata Guru Besar bidang Obstetri dan Ginekologi Universitas Indonesia pada kelas orang tua hebat pada kanal Youtube BKKBN, Selasa (24/01/2023).

Dwiana mengatakan jarak melahirkan dan kehamilan ibu harus memenuhi nutrisi tubuh untuk mempersiapkan kehamilan berikutnya, ia juga mengingatkan bahwa usia kehamilan tidak boleh terlalu tua juga terlalu muda.

Faktor risiko stunting lainnya yang dipaparkan Dwiana adalah gangguan yang terjadi saat janin harus tumbuh di tubuh ibu yang tidak sehat. Dalam keadaan itu, ibu berisiko melahirkan bayi prematur.

Baca juga:

Asupan Protein Hewani Rendah, Picu Stunting

Fokus APBN 2023, Jokowi: Penurunan Stunting, Kemiskinan Ekstrem, Pangan

Menurut Dwiana, hal tersebut dapat terjadi jika ibu hamil mengalami preeklampsia atau tekanan darah yang mendadak tinggi, anemia, kurang berat badan, atau bahkan kelebihan berat badan. Menurutnya berat badan diatas 65 kg dan dibawah 45 kg memiliki risiko tinggi pertumbuhan janin yang kurang baik.

Dengan demikian penting melakukan pemeriksaan secara rutin untuk mencegah, mendeteksi dan menatalaksana gangguan pertumbuhan pada janin. Selain pemeriksaan rutin, calon ibu juga harus mengkonsumsi suplemen secara rutin dan sesuai anjuran dokter.

Editor: Dwi Reinjani

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Laku Ramah Lingkungan dari Bilik Kecil Kantin Sekolah di Bali

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending