Bagikan:

Harga Minyakita Lampaui HET, Satgas Pangan Siap Tindak

"Harga minyak curah maksimal itu Rp14.000 (per liter) dan Rp15.000 per kg,"

NASIONAL

Selasa, 24 Jan 2023 13:01 WIB

minyakita

Mendag Zulkifli Hasan dan Kabapanas Arief Prasetyo pantau harga Minyakita di Pasar Kebon Kembang, Kota Bogor, Jabar, Jumat (23/12/22). (Antara/Arif Firmansyah

KBR, Jakarta-   Satgas Pangan Polri menyatakan beberapa daerah kedapatan menjual minyak curah kemasan bermerek Minyakita diatas harga eceran tertinggi (HET) Rp14 ribu per liter.   Kasatgas Pangan Polri, Whisnu Hermawan  mendorong agar para distributor minyak goreng curah nonkemasan segera menggelontorkannya ke pasar. Tujuannya, agar harga Minyakita bisa ditekan seusai HET.

"Kita sudah memantau terkait dengan Minyak goreng kita (Minyakita) yang dijual di atas Rp14.000. Kita sudah memantau beberapa distributor dan produsen untuk segera menyalurkan minyak goreng curah yang menjadi kebijakan pemerintah, bahwa harga minyak curah maksimal itu Rp14.000 (per liter) dan Rp15.000 per kg," ujar Whisnu dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah, Selasa (24/1/2023).

Kasatgas Pangan Polri, Whisnu Hermawan mengatakan  bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) tidak segan menindak tegas para produsen yang berani menumpuk minyak goreng curah. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci maksud dan jenis penindakan yang akan dilakukan.

"Minyak goreng tersebut sebenarnya cukup bahkan di atas rata-rata, yang kurang adalah di Kalimantan Selatan, Yogyakarta, dan Lampung namun di beberapa tempat minyak goreng curah cukup," tuturnya.

Baca juga:

Sebelumnya, Minyakita kini mengalami lonjakan harga di sejumlah daerah. Harga Minyakita bahkan ada yang tembus Rp16.000 - Rp17.000 akibat stok yang menipis. Artinya, harga eceran tertinggi (HET) Rp14.000/liter sudah tidak berlaku.

Padahal, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas berjanji akan menjaga stabilisasi harga Minyakita tetap Rp 14.000 per liter. Ia bahkan sesumbar bakal bertanggung jawab seandainya harga barang yang beredar di masyarakat lebih mahal dari yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kalau ada harga yang lebih, saya yang tombok. Bapak hitung ruginya berapa, tagih kepada Kemendag, saya bayar kalau Minyakita lebih (mahal, red) harganya,” ujar Zulhas, Sabtu, 3 Desember 2022.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Laku Ramah Lingkungan dari Bilik Kecil Kantin Sekolah di Bali

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending