Bagikan:

Bahlil: Strategi Investasi 2023 Fokus Hilirisasi

Saat ini pemerintah sedang fokus menggenjot investasi di sektor hilirisasi dengan pendekatan energi dan industri hijau sebagai kesepakatan G20 Bali tahun lalu.

NASIONAL

Selasa, 17 Jan 2023 20:31 WIB

hilirisasi

Foto udara Kawasan Ekonomi Khusus di Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (14/1/2023). (Foto: ANTARA/Mohammad Hamzah)

KBR, Jakarta - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah optimistis mencapai target investasi tahun 2023 yang tinggi, yaitu Rp1.400 triliun.

Bahlil mengatakan ada beberapa strategi yang dilakukan, salah satunya berfokus pada industri hilirisasi.

"Peta jalan hilirisasi investasi strategis dari 2023 sampai dengan 2035. Yang pertama kita masuk pada sektor prioritas yang di-breakdown menjadi 21 komoditas. Yang pertama mineral batubara, yang kedua minyak gas bumi, yang ketiga perkebunan, kelautan, perikanan, kehutanan. Total investasinya yang kalau kita bisa capai ke depan itu 545,3 miliar Dolar AS," kata Bahlil dalam Konferensi Pers Hilirisasi Kunci Investasi dan Tantangan Investasi 2023, Selasa (17/1/2023).

Bahlil Lahadalia mengatakan untuk saat ini pemerintah sedang fokus menggenjot investasi di sektor hilirisasi dengan pendekatan energi dan industri hijau sebagai kesepakatan G20 Bali tahun lalu.

Baca juga:


Banyak sumber daya

Hilirisasi tak hanya berfokus pada satu komoditas. Bahlil menekankan bahwa pemerintah tak menginginkan hilirisasi pada komoditas nikel saja, sebab Indonesia punya banyak sumber daya.

"Selama ini hilirisasi kita hanya bicara tentang nikel. Saya pikir kita tidak lagi hanya cukup pada satu komoditas. Sudah cukup sebagai contoh, 2017-2018 ekspor nikel kita hanya sekitar 3,3 miliar Dolar AS, 2021 sudah mencapai 20,9 miliar dolar AS. Di 2022 taksiran kami itu 29-30 miliar dolar AS, itu baru satu komoditas," ucapnya.

Salah satu tantangannya adalah tak semua negara maju setuju dengan upaya hilirisasi yang dilakukan oleh negara berkembang.

"Itu tergambar pada saat kami melakukan pertemuan-pertemuan di G20. Dan pada paragraf ke 37 di dalam komunike itu adalah perjuangan yang luar biasa. Tapi ini adalah tugas berat kita untuk meyakinkan pada mereka," tuturnya.

Salah satu isu yang dibawa oleh negara maju yang tak begitu membuka pintu pada hilirisasi negara berkembang adalah isu lingkungan.

"Barat ini kan selalu bicara tentang SDGs. SDGs itu (seharusnya) jangan hanya bicara lingkungan, tapi bicara tentang peningkatan taraf hidup masyarakat lokal, kesinambungan dari sebuah keberadaan sumber daya alam, bicara tentang pertumbuhan ekonomi. Nah saya sampaikan itu pada mereka," tegasnya.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Episode 3: Mengapa Bisa Terjadi Kekerasan Seksual di Pesantren?

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending