Bagikan:

Ancaman Banjir Rob dan Langkah Mitigasinya

Peringatan dini soal ancaman bencana banjir rob di sejumlah wilayah pesisir di Indonesia di antaranya di pesisir kepulauan Riau, Nusa Tenggara Timur, Merauke, Jawa Barat, maupun di DKI Jakarta.

NASIONAL

Rabu, 04 Jan 2023 19:46 WIB

banjir rob

Warga membawa barang saat melintasi genangan banjir rob di Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (31/12/2022). (Foto: ANTARA/Dedhez Anggara)

KBR, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini soal ancaman bencana banjir rob di sejumlah wilayah pesisir di Indonesia. Di antaranya di pesisir kepulauan Riau, Nusa Tenggara Timur, Merauke, Jawa Barat, maupun di DKI Jakarta.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut untuk daerah ibukota, banjir rob diperkirakan berlangsung sejak 3 hingga 10 Januari mendatang.

“Ini Jakarta tanggal 3 sampai 10 Januari, pesisir Banten tanggal 30 Desember sampai 5 Januari, pesisir Jawa Barat tanggal 30 Desember sampai 4 Januari, Pesisir Utara Jawa Tengah 30 Desember sampai 2 Januari, dan pesisir selatan Jawa Tengah 4 sampai 11 Januari. Berarti itu di Samudra Hindia,”kata Dwikorita dalam keterangannya, Jumat (30/12/2022).

BMKG juga mengingatkan fenomena bulan purnama atau Full Moon pada 6 Januari mendatang. Fenomena ini diperkirakan bakal memicu peningkatan ketinggian pasang air laut hingga ke titik maksimum. Ini diperkirakan menyebabkan banjir rob di beberapa wilayah pesisir di Indonesia.

Potensi banjir rob ini berbeda-beda waktunya di setiap wilayah. Meski demikian, dampaknya hampir sama di semua daerah. 

Banjir rob bisa mengganggu aktivitas bongkar muat pelabuhan, kegiatan tambak garam dan perikanan darat, hingga aktivitas di pemukiman sekitar pesisir.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati merekomendasikan sejumlah langkah antisipasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat pesisir.

“Jadi memonitor, sesuaikan dengan lokasi anda ada di mana. Agar setiap warga masyarakat bisa mengantisipasi risiko apa yang akan terjadi. Apakah akan terjadi gelombang tinggi, atau angin kencang. Atau pesawatnya akan mengalami gangguan turbulensi. Nah ini bapak ibu perlu mengetahui perkembangannya karena sangat dinamis. Agar ibu bapak dapat merencanakan aktivitas bapak ibu, menyesuaikan perkembangan tersebut,” imbuhnya.

Baca juga:

Sebelum bulan purnama penuh, banjir rob bahkan sudah terjadi di beberapa daerah.

Pada awal tahun ini, banjir rob terjadi di Indramayu Jawa Barat. Bupati Indramayu Nina Agustina mengatakan banjir rob terjadi di 5 kecamatan, dan paling parah terjadi di wilayah Kecamatan Kandanghaur.

“Telah terjadi banjir rob, yang memang saat ini cuaca ekstrem sekali. Ini di wilayah Eretan ini adalah tahunan. Tapi tahun ini memasuki tahun 2023, ini angin terlalu besar sekali. Cuaca terlalu ekstrem dan semua dalam satu RT ini mengungsi di Balai Desa,” kata Nina pada awak media, Senin (2/1/2023).

Banjir rob juga sudah terjadi sejak akhir tahun lalu di Cilacap, Jawa Tengah. Banjir rob bahkan masuk ke pemukiman warga.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Gatot Arif Widodo mengatakan gelombang rob yang terjadi pada 24 dan 25 Desember lalu, pada mulanya merusak tanggul penahan ombak di pesisir selatan Cilacap.

“Rendaman ya, karena banjir rob jadi tetap airnya masuk ke rumah. Nah, kerusakannya yang muncul adalah di tanggul laut ya. Di pinggir laut itu kan ada tanggul laut itu kan ada tanggul yang roboh, terkena hempasan ombak laut banjir rob itu ya, jadinya roboh. Untuk rumah kerusakan tidak ada, korban tidak ada. Kerusakan lainnya terjadi di Pantai Sodong, beberapa warung roboh,” ucap Gatot pada KBR, Senin (26/12/2022).

Sebagai langkah mitigasi dan antisipasi banjir rob susulan, Penjabat Bupati Cilacap Yunita Diah Suminar meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan alat early warning system (EWS) berfungsi dengan baik.

Di wilayah ibu kota, Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono bakal menyempurnakan pembangunan tanggul sebagai langkah antisipasi terhadap banjir rob di pesisir utara Jakarta. 

Pembangunan tanggul pantai dan tanggul laut ini masuk ke dalam program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

“Ada tanggul pantai, ada tanggul laut atau Giant Sea Wall. Tanggul pantainya, teman-teman media kan sudah tahu mana kewajiban Pemda, mana kewajiban PUPR. Kalau nanti Giant Sea Wall ada kaitan dengan rencana tata ruang ke depan. Terkait dengan konsep provinsi lain, itu harus sinergi dengan Bappenas,” kata Heru pada awak media, Sabtu (3/12/2022).

Baca juga:

Ketua Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) Avianto Amri meminta masyarakat di wilayah pesisir juga selalu siaga akan ancaman banjir rob di wilayahnya.

“Kesiapsiagaan di tingkat lokal memang harus dievaluasi. Dengan dilihat kalau misalnya waktu mereka hanya 2-3 jam, perlu ada mekanisme di mana warga itu bisa dikasih tahu dengan cepat dan secara luas, untuk mereka secara evakuasi. Karena juga seringkali kejadian-kejadian banjir seperti ini itu terjadi di saat warga tidur. Misalnya di jam 2 air sudah mulai masuk, dan akhirnya mencapai ke tingkat 1 dalam hitungan jam,” tuturnya.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Episode 5: Gen Z: Si Agen Perubahan Penentu Masa Depan

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending