Tiga Industri Jadi Penopang Kinerja Ekonomi 2022, Apa saja?

"Industri makanan dan minuman akan tetap tinggi. Pada masa pandemi saja growth mereka sudah di atas rata-rata 4—5 persen. Saya kira akan meningkat lagi. Industri itu tidak akan ada matinya,"

BERITA | NASIONAL | KABAR BISNIS

Rabu, 12 Jan 2022 20:54 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ilustrasi: Seorang pengunjung berbelanja makanan untuk keperluan natal di supermarket di Pontianak,

Ilustrasi: Seorang pengunjung berbelanja makanan untuk keperluan natal di supermarket di Pontianak, Kalbar. Kamis (23/12/21). (FOTO:Antara/Jessica Helena)

KBR, Jakarta— Industri makanan dan minuman diproyeksi akan menjadi industri dengan pertumbuhan tertinggi pada tahun ini, yakni mencapai 5 persen. 

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh meningkatnya konsumsi dan daya beli masyarakat di tengah berlangsungnya pemulihan ekonomi.

Direktur Eksekutif lembaga kajian ekonomi INDEF Tauhid Ahmad menjelaskan, industri makanan dan minuman memiliki daya tahan yang baik, bahkan saat pandemi memukul semua lini prekonomian masyarakat.

"Industri makanan dan minuman akan tetap tinggi. Pada masa pandemi saja growth mereka sudah di atas rata-rata 4—5 persen. Saya kira akan meningkat lagi. Industri itu tidak akan ada matinya," kata Tauhid Ahmad kepada KBR, Rabu (12/1/2022).

Tauhid menjelaskan konsumsi masyarakat yang sebelumnya berkutat pada kebutuhan pokok, kini bergeser ke konsumsi yang lebih bervariatif. 

Terlebih, mobilitas masyarakat yang tinggi dan dibukanya restoran, hotel, retail dan pasar menjadi pemicu meningkatnya konsumsi masyarakat.

Selain makanan dan minuman, geliat bisnis di industri otomotif dan mesin peralatan juga diramalkan akan terdongkrak. Pertumbuhan kedua industri ini ditaksir juga mencapai 5 persen.

Menurut Tauhid, kinerja sektor otomotif dipengaruhi oleh stimulus pemerintah untuk mendorong penjualan mobil dengan memberikan insentif tarif Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM–DTP) sebesar 100 persen.

Baca Juga:

"Kalau otomotif faktornya karena insentif. Kalau tidak ada ya susah. Meski kita lihat terurama dinkendaraan roda empat terjadi perubahan produk baru saya kira itu menjadi daya tarik," katanya.

Faktor lain yang memengaruhi bisnis otomotif adalah mulai membaiknya daya beli kelas menengah ke atas, pemberian fasilitas kredit oleh perusahaan pembiayaan dan diluncurkannya varian produk-produk kendaraan roda empat. Munculnya varian baru dari produk otomotif, kata Tauhid, bakal menambah ruang pasar baru.

Sementara, untuk industri mesin dan peralatan diperkirakan meningkat pada tahun ini, salah satunya permintaan untuk pengadaan alat berat. Peningkatan ini akan menjadi titik balik dari melemahnya permintaan akibat tekanan pandemi yang terjadi sejak dua tahun terakhir.

"Kebanyakan mesin peralatan untuk kebutuhan industri alat berat, konstruksi, dan industri rumah tangga termasuk untuk kebutuhan pemerintah. Apalagi beberapa wilayah sangat membutuhkan alat-alat berat," sambungnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Membuat Minyak Goreng di Satu Harga