Bagikan:

Satgas COVID-19 Beberkan Kunci Ampuh Cegah Transmisi Lokal Varian Omicron

Ada tiga provinsi penyumbang kasus varian Omicron terbanyak yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Jika kasus pada tiga provinsi ini terkendali, maka daerah lain pun akan bisa terkendali.

NASIONAL

Kamis, 27 Jan 2022 21:41 WIB

Omicron

Suasana salah satu RT yang diberlakukan karantina kewilayah di Krukut, Tamansari, Jakarta Barat, Minggu (9/1/2022). (Foto: ANTARA/Aditya Pradana)

KBR, Jakarta - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) menegaskan kunci dari penekanan laju penularan Covid-19 adalah penerapan protokol kesehatan (prokes) secara disiplin.

Juru bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan penerapan ketat protokol kesehatan juga berlaku untuk mencegah perluasan transmisi lokal dari varian omicron.

"Penting bagi daerah yang sedang mengalami kenaikan kasus, untuk memperketat implementasi protokol kesehatan dan menekan mobilitas ke daerah lain. Dengan mencegah transmisi antar daerah. Terutama pada tiga provinsi penyumbang kasus terbanyak yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Jika kasus pada tiga provinsi ini terkendali, maka daerah lain pun akan bisa terkendali. Kita tetap harus bisa menjaga agar daerah yang kasusnya masih rendah untuk tetap kondusif dan tetap rendah kasusnya," kata Wiku dalam keterangan pers, Kamis(27/1/2022).

Baca juga:


Wiku Adisasmito mengatakan tiga daerah utama penyumbang kasus positif Covid-19 memang memiliki pekerjaan rumah yang besar, untuk mencegah terjadinya transmisi antar daerah.

Pemimpin dan jajaran pemerintah daerah, kata Wiku, perlu aktif mengendalikan penularan virus tersebut.

Ia mengatakan akhir-akhir ini pemerintah mencermati ada tren kenaikan kasus yang konsisten di Indonesia. Meskipun kenaikannya tidak setinggi saat terjadi lonjakan kasus akibat virus varian Delta, masyarakat tetap harus tetap waspada.

"Kenaikan pada satu minggu terakhir adalah sebesar 14.729 kasus. Sedangkan pada puncak kedua lalu mencapai 350.273 kasus dalam satu minggu. Namun kenaikan yang sudah terlihat konsisten saat ini terus menjadi perhatian pada penanganan Covid-19," katanya.

Pemerintah tetap melakukan langkah antisipasi terhadap lonjakan kasus. Di antaranya penyediaan tempat tidur, ruang isolasi, hingga oksigen untuk penanganan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

"Dengan menyediakan penambahan tempat tidur dari Wisma Atlet untuk tower 4 dan 7. Penyediaan rumah sakit dan hotel isolasi untuk pelaku perjalanan luar negeri sebanyak 949 tempat tidur. Dan total wisma karantina ada 18.759 tempat tidur, dan hotel sebanyak 16.021 kamar," kata Wiku Adisasmita.

Baca juga:

Ia menambahkan pemerintah juga menyediakan lebih dari 20 hotel karantina untuk jemaah umrah, dan menyediakan lebih dari 75 ribu tempat isolasi terpusat di seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu, kata Wiku, pemerintah juga memastikan ketersediaan stok obat-obatan dan oksigen dengan mendatangkan 16 ribu oksigen konsentrator yang dikirimkan ke seluruh RS di Indonesia.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kemarau Tiba, Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan