Bagikan:

Rencana Vaksin Booster, Epidemiolog Ingatkan Capaian Vaksin Dosis Lengkap

Epidemiolog dari Universitas Airlangga, Surabaya, Laura Navika Yamani mengingatkan agar pemerintah memastikan kuota atau ketersediaan vaksin Covid-19.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 04 Jan 2022 14:16 WIB

Author

Muthia Kusuma

Epidemiolog Ingatkan Capaian Vaksin Dosis Lengkap

Ilustrasi vaksinasi. (Foto: antaranews)

KBR, Jakarta - Pemerintah mulai melakukan vaksinasi dosis ketiga atau booster pada 12 Januari mendatang. Menanggapi rencana tersebut, Epidemiolog dari Universitas Airlangga, Surabaya, Laura Navika Yamani mengingatkan agar pemerintah memastikan kuota atau ketersediaan vaksin Covid-19.

Ia beralasan, prioritas vaksin seharusnya kepada masyarakat yang belum mendapat vaksin Covid-19 dosis pertama dan kedua, khususnya Lansia dan kelompok rentan lainnya.

"Tetapi yang perlu diingat juga pemberian booster ini tidak langsung diberikan untuk kelompok umum ya. Sama halnya dengan waktu kita pertama kali diberikan dosis pertama. Itu kan tidak langsung semua. Artinya berdasarkan kelompok prioritas. Jadi kelompok prioritas ini apakah sudah mendapat booster? Kalau tenaga kesehatan saya kira sudah ya. Kemudian selanjutnya siapa? Nah itu berdasarkan kelompok prioritas," ucap Laura kepada KBR, Selasa, (4/1/2022).

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan target vaksinasi dosis ketiga ada 21 juta orang. Itu sudah diputuskan oleh kepala negara, Joko Widodo. Sasarannya sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu berusia di atas 18 tahun. Booster hanya diberikan kepada 200-an daerah yang sudah memenuhi vaksinasi lengkap 60 persen.

Baca juga:

Epidemiolog: Semua Efikasi Vaksin Covid-19 Menurun Hingga 50 Persen

Pemerintah Matangkan Skenario dan Skema "Booster" Vaksin Covid-19

Editor: Fadli Gaper

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Komunitas Biboki Lestarikan Tenun Ikat Tradisional

Living Law, Apa Dampaknya Jika Masuk dalam RKUHP?

Kabar Baru Jam 10