Bagikan:

Polri Janji Lebih Responsif Melayani Laporan Berbasis Gender

Pada 2021, Polri menerima laporan lebih dari 2.500 kejahatan yang melibatkan perempuan dan anak.

NASIONAL

Rabu, 19 Jan 2022 15:37 WIB

Polri janji lebih responsif melayani laporan berbasis gender.

Ilustrasi gender equality.

KBR, Jakarta- Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) berjanji akan lebih responsif dalam memberi pelayanan berbasis gender, terutama yang melibatkan perempuan. 

Alasannya, tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak masih cukup tinggi. Semisal pada 2021, Polri menerima laporan lebih dari 2.500 kejahatan yang melibatkan perempuan dan anak.

Dari jumlah laporan itu lebih dari seribu kasus diklaim telah diselesaikan. Karena itu, kepolisian harus terus membenahi sektor pelayanan untuk masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Wahyu Widada dalam Webinar: Peningkatan Pelayanan Polri yang Responsif Gender, Rabu, 19 Januari 2022.

"Kita juga melihat fakta-fakta di luar masih banyak sekali kasus-kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Kasus-kasus yang belum bisa kita selesaikan dan banyak juga kasus-kasus yang setiap tahunnya mengalami peningkatan," ujar Wahyu dalam Webinar: "Peningkatan Pelayanan Polri yang Responsif Gender", Rabu (19/1/2022).

"Tren peningkatannya harus menjadi perhatian kita bersama, bagaimana kita bisa melindungi anak, bagaimana kita bisa membuat lingkungan yang ramah bagi pertumbuhan anak," katanya.

Baca juga:

Jenderal bintang dua ini menilai isu gender sangat penting dan sensitif dalam kehidupan, tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia.

Menurutnya, kesetaraan gender merupakan konsep keadilan mendasar yaitu hak asasi manusia dan penghapusan bentuk diskriminasi terhadap perempuan.

"Kapolri sudah mempunyai program yaitu transisi menuju Polri yang Presisi. Polri yang Presisi memiliki sebuah tujuan akhir yang digapai, berupa transformasi dari segala bidang, berupa operasional, pelayanan publik, dan bidang pengawasan," tuturnya.

Wahyu menyatakan, bahwa peran polisi wanita atau polwan akan terus diperluas dan ditingkatkan di dalam melayani segala bentuk laporan maupun pengaduan berbasis gender. Hal ini merupakan bagian dari kontribusi Polri dalam menyetarakan setiap anggota yang bertugas di pelbagai lintas bidang.

"Di mana peran polwan, di semua lini kegiatan kepolisian ada polwan, harus terus kita tingkatkan peran itu supaya betul-betul menunjukkan polwan itu bisa berkontribusi positif dari seluruh jajaran kepolisian," pungkasnya.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua