Pengamat: CT Corp Tambah Modal Bagus, Tapi Garuda Indonesia Butuh Investor Baru Lain

"Memang, dampaknya kepada pemegang saham yang lain, terutama pemerintah kalau dia tidak menginjeksi tambahan ekuitas sahamnya bisa mengalami delusi."

BERITA | NASIONAL | KABAR BISNIS

Rabu, 12 Jan 2022 18:45 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ilustrasi: Pekerja membongkar muat kargo dari pesawat Garuda Indonesia di Bandara Sultan Inskandar M

Ilustrasi: Pekerja membongkar muat kargo dari pesawat Garuda Indonesia di Bandara Sultan Inskandar Muda, Aceh. Sabtu (22/5/21). (Foto: Antara/Ampelsa)

KBR, Jakarta— Chairman CT Corp Chairul Tanjung berencana memberikan penambahan modal untuk mengatasi krisis keuangan yang kini dialami maskapai penerbangan milik negara, PT Garuda Indonesia Tbk. 

Upaya ini bakal dilakukan setelah proses restrukturisasi terhadap piutang perusahaan pelat merah itu dapat terselesaikan.

Pengamat BUMN dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menilai, rencana penambahan modal oleh pengusaha nasional itu merupakan langkah yang tepat dan berimplikasi positif terhadap bisnis Garuda Indonesia. 

Menurut dia, suntikan modal itu dapat menambah kredibilitas Garuda Indonesia di tengah tersungkurnya struktur keuangan internal perusahaan akibat piutang yang membengkak.

Baca Juga:

"Kalau itu terjadi maka efeknya positif karena Garuda Indonesia butuh tambahan injeksi modal. Memang, dampaknya kepada pemegang saham yang lain, terutama pemerintah kalau dia tidak menginjeksi tambahan ekuitas sahamnya bisa mengalami delusi. Tapi ya apa boleh buat. Saya kira sepanjang strategic investor yang masuk bisa mengangkat kredibilitas terhadap Garuda ke depan saya kira ini langkah bagus," kata Toto Pranoto kepada KBR, Rabu (12/1/2022).

Menurut Pranoto, pemerintah sebagai pemilik saham mayoritas perlu memberikan tambahan modal kepada PT Garuda Indonesia yang saat menghadapi krisis. Tujuannya agar kepemilikan saham negara tidak mengalami delusi di antara kepemilkan saham-saham lainnya.

"Apakah pemerintah, oke dengan skema delusi? Sehingga dia [pemerintah] tidak menambah capital baru. Tetapi kemudian ada strategic investor yang masuk sehingga bisa mengurangi porsi kepemilikan saham pemerintah di Garuda. Saya kira itu modelnya tidak terlalu sulit, kalau ada strategic investor lain yang masuk," sambungnya.

Toto mengatakan, selain penambahan modal, Garuda Indoensia juga membutuhkan penambahan strategic investor baru. 

Penambahan strategic investor diyakini dapat memperkuat sistem keuangan Garuda Indonesia ke depannya. Untuk itu, katanya, setelah restrukturisasi piutang ini selesai, pemerintah diharapkan perlu mengundang investor-investor baru meski dengan risiko kepemilikan saham negara terdelusi.

Editor: Agus Luqman

Catatan redaksi: Berita ini mengalami perubahan judul, dari judul semula "Pengamat BUMN: CT Corp Masuk Bagus, Tapi Garuda Indonesia Butuh Investor Baru Lain" 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Membuat Minyak Goreng di Satu Harga