Bagikan:

Pakar: Waspada, Omicron Bisa Mutasi Jadi Varian dan Sub-varian Berbeda

Omicron berpotensi untuk bermutasi menjadi varian dan sub-varian yang berbeda.

NASIONAL | NUSANTARA

Senin, 17 Jan 2022 16:00 WIB

Omicron Bisa Mutasi Jadi Varian

Kepala Lembaga Bio Molekuler Eijkman periode 2014-2021, Amin Soebandrio. (Foto: antaranews)

KBR, Jakarta - Kepala Lembaga Bio Molekuler Eijkman periode 2014-2021, Amin Soebandrio mengingatkan pemerintah dan masyarakat untuk tetap mewaspadai lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron.

Menurutnya, Omicron berpotensi untuk bermutasi menjadi varian dan sub-varian yang berbeda. "Kita tidak boleh menganggap remeh infeksi Omicron, karena bukan tidak mungkin akan terjadi varian dan sub-varian yang punya sifat yang berbeda dengan varian Omicron yang induknya itu," ujar Amin Soebandrio kepada KBR, Senin (17/1/2022).

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini juga mengatakan, infeksi Omicron tidak boleh dianggap ringan, meskipun dalam sejumlah penelitian sementara disimpulkan bahwa varian ini tidak menimbulkan gejala yang berat.

Baca juga:

- Waspada, Puncak Kasus Omicron Terjadi Februari - Maret Nanti

- Masdalina Pane: Daripada Memprediksi Puncak Omicron, Lebih Baik Pemerintah Intervensi

Menurut Amin, varian ini bisa mengalami sebanyak 50 mutasi dan enzim di dalamnya turut mengakselerasi kecepatan virus masuk ke dalam sel manusia.

Dia pun menyarankan agar pengawasan pada tingkat molekuler dipertajam, mengingat banyak hal yang belum diketahui mengenai varian ini.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pekan lalu meminta masukan dari para pakar lintas disiplin guna menyiapkan skenario menghadapi lonjakan kasus Omicron. Amin Soebandrio -- mantan Kepala Lembaga Bio Molekuler Eijkman -- menjadi salah seorang pakar yang hadir.

Bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, dan Koordinator Tim Pakar Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito, Menko Luhut menggelar dialog virtual pada Jumat (14/1/2022) dengan para epidemiolog, pakar kesehatan, dokter, dan pakar sosial dari berbagai lembaga pendidikan dan penelitian setanah air.

Editor: Fadli Gaper

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Bagaimana Stok dan Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru?

Kabar Baru Jam 8

Kick Off Seminar: Jurnalisme di bawah Kepungan/Tekanan Digital

Kabar Baru Jam 7

Most Popular / Trending