Bagikan:

Pakar: Waspada, Banyak Transmisi Lokal Omicron Tak Terdeteksi

Karena, varian ini telah menyebar ke komunitas melalui transmisi lokal sehingga semakin sulit untuk dideteksi.

NASIONAL | NUSANTARA

Senin, 17 Jan 2022 16:11 WIB

Transmisi Lokal Omicron Tak Terdeteksi

Epidemiolog Unair Surabaya, Windhu Purnomo. (Foto: antaranews)

KBR, Jakarta - Pakar Epidemiologi dari Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, Windhu Purnomo menilai, masuknya Covid-19 varian Omicron di Indonesia cukup mengkhawatirkan. Karena, varian ini telah menyebar ke komunitas melalui transmisi lokal sehingga semakin sulit untuk dideteksi.

"Sudah ada yang bobol masuk ke komunitas sekitar 12 persen. Itu yang bobol apakah hanya itu saja? Itu kan hanya yang terdeteksi, artinya di bawah permukaan lebih banyak lagi. Artinya kita harus tahu dan sadar bahwa di sekitar kita sudah ada yang namanya virus dengan varian baru, maupun varian lain, karena Omicron ini tidak sendirian," ujar Windhu kepada KBR, Senin (17/1/2022).

Dosen Fakultas Kedokteran Unair Surabaya ini menyarankan agar pemerintah meningkatkan kapasitas pengetesan dan penelusuran atau kontak telusur.

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk tertib protokol kesehatan agar meminimalisir penularan varian Omicron yang dianggap jauh lebih menular ketimbang varian lainnya.

"Yang dilaporkan itu, baik Omicron dan kasus lainnya itu hanya puncak dari gunung es. Apalagi kita tahu bahwa kalau sebuah penyakit menular itu makin ringan gejalanya seperti Omicron ini lebih infeksius tapi lebih ringan gejalanya," tutur Windhu.

Tapi justru karena lebih ringan itu, menurutnya, banyak yang tanpa gejala. Itu membuat makin sulit untuk dideteksi karena orang-orang yang tanpa gejala itu kan tidak mungkin datang ke dokter, Puskesmas dan lain-lain.

Baca juga:

- Pakar: Waspada, Omicron Bisa Mutasi Jadi Varian dan Sub-varian Berbeda

- Masdalina Pane: Daripada Memprediksi Puncak Omicron, Lebih Baik Pemerintah Intervensi

Sebelumnya, kasus Covid-19 varian Omicron khususnya di DKI Jakarta terus meningkat. Dinas Kesehatan DKI Jakarta mendata, hingga akhir pekan kemarin ada 720 kasus Covid-19 yang terkonfirmasi varian Omicron.

Dari jumlah tersebut, 21 persen atau sebanyak 153 kasus merupakan penularan atau transmisi lokal (penularan yang terjadi di wilayah DKI Jakarta). Sisanya 78,8 persen atau 567 kasus dibawa dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang terkonfirmasi positif Covid-19 saat tiba di Indonesia.

Editor: Fadli Gaper

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7