Bagikan:

Operasi Damai Cartenz, Polri Tambah Pasukan di Daerah Rawan

Operasi ini menggantikan Operasi Nemangkawi yang digelar sepanjang 2021.

NASIONAL

Senin, 24 Jan 2022 20:02 WIB

Operasi Damai Cartenz

Ilustrasi sejumlah anggota Satgas Nemangkawi sedang memburu kelompok bersenjata di Kabupaten Puncak, Papua, (12 Juli 2021). Foto: humas.polri.go.id

KBR, Jakarta- Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) berencana menambah pasukan di lima kabupaten di Papua yang dianggap rawan gangguan kelompok bersenjata.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengatakan ada lima polres yang rencananya mendapat tambahan penebalan pasukan, yaitu Polres Kabupaten Puncak, Polres Intan Jaya, Polres Yahukimo, Polres Pegunungan Bintang dan Polres Nduga. Penambahan pasukan itu dilakukan melalui Operasi Damai Cartenz.

"Pola operasi yang dilakukan tetap mengedepankan preemptif dan preventif, dengan dukungan intelijen dan penegakan hukum. Lima polres itu akan diberikan penebalan personel sebagai Satgas Pamwil sebanyak 200 sampai 250 personel. Satgas penegakan hukum hanya ada di tingkat polda, sehingga polres hanya fokus menjaga stabilitas kamtibmas," kata Kapolri Listyo Sigit dalam rapat dengan Komisi III DPR, Senin (24/1/2022).

Kapolri Listyo Sigit menambahkan, di luar lima wilayah yang dianggap rawan, Polri menggelar Operasi Rasaka Cartenz di 24 wilayah di Papua.

Ia mengklaim, Operasi Rasaka mengedepankan pendekatan lunak melalui program Binmas Noken. Dalam Operasi Rasaka, Polri bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan.

Ribuan Personel Gabungan

Operasi Damai Cartenz dilaksanakan di Papua sejak 17 Januari 2022-31 Desember 2022. Operasi ini menggantikan Operasi Nemangkawi yang digelar sepanjang 2021.

Lima kabupaten yang menjadi wilayah pelaksanaan Operasi Damai Cartenz, yakni Kabupaten Pegunungan Bintang, Yahukimo, Nduga, Intan Jaya, dan Kabupaten Puncak. Para personel Operasi Damai Cartenz gabungan dari TNI/Polri.

Secara keseluruhan ada 1.876 personel yang terlibat dalam operasi tersebut. Terdiri dari BKO Mabes Polri sebanyak 1.196, personel Polda Papua 528 orang, dan dengan dukungan prajurit TNI, termasuk dari Kodam XVIII Cenderawasih.

Baca juga:

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua