Bagikan:

Luhut: Bentuk 17,2 Juta UMKM Digital Hingga Surat dari Pengusaha Tajir Dunia

"Sekarang ini sudah mencapai 17,2 juta dari 30 juta target kita sampai 2023,"

NASIONAL | KABAR BISNIS

Rabu, 19 Jan 2022 11:29 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ilustrasi: Pelaku usaha menata produk UMKM hasil tani di Plaza Lebak, Banten. Jumat (3/12/21). (Foto

Ilustrasi: Pelaku usaha menata produk UMKM hasil tani di Plaza Lebak, Banten. Jumat (3/12/21). (Foto: ANTARA/Muhammad Bagus)

KBR, Jakarta— Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim  telah berhasil membentuk 17,2 juta unit usaha mikro kecil menengah (UMKM) berbasis digital di awal 2022. UMKM digital tersebut tergabung di dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang diluncurkan pada 14 Mei 2020. 

Gernas BBI dibentuk untuk memperkuat branding produk-produk UMKM domestik dan memperluas akses pasar melalui penjualan digital.

"Kalau kita melihat data yang ada, sejak kita bikin Gernas BBI yang sudah masuk tahun ke-3, data kita di sini sudah hampir 9,2 juta unit sejak Mei 2020-2021. Sekarang ini sudah mencapai 17,2 juta dari 30 juta target kita sampai 2023," katanya dalam acara Peluncuran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Rabu (19/1/2022). 

Baca Juga:

Akumido Minta OJK Hapus Piutang Pelaku UMKM Terdampak Covid-19

Pelaku UMKM: Baru Sembuh dari Luka, TDL Dinaikin, Harga Minyak Goreng Tak Kunjung Turun

Menurut Luhut, hingga kini UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Karena itu, pengembangan sektor tersebut akan tetap menjadi perhatian pemerintah. Dia berharap, produk-produk UMKM di dalam negeri bisa diserap oleh pasar, sehingga ketergantungan terhadap produk impor dapat dikurangi.

"Kita sekarang bicara yang menengah ke bawah. Menengah ke bawah ini pun harus berkait. Jangan yang di atas saja tinggi, di bawah nggak. Mulai dari tadi bikin ini (pakaian), makanan, sampai kepada produk kopi, buatan lain yang bisa digunakan di perkantoran saya berharap tidak impor lagi. Saya berharap bisa dibuat lokal," sambungnya.

Luhut merupakan ketua Gernas BBI yang secara resmi dibentuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 8 September 2022 dalam Keputusan Presiden (Keppres) 15/2021 tentang Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. Gernas BBI berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden.

30 Foundations Internasional

Pada kesempatan yang sama, Luhut mengatakan, sekitar 30—40 yayasan sosial dunia berkirim surat kepada Presiden Jokowi tadi malam, Selasa (18/1/2022). Sederet nama pengusaha tajir itu disebut-sebut, di antaranya yayasan milik Rockefeller dan Bill Gates.

Baca Juga:

Airlangga: Banyak Masyarakat Belum Tahu Subsidi Bunga KUR

OJK: Dulunya Konsumtif, Sekarang Milenial Banyak Nabung Saham

Kata Luhut, mereka meminta izin kepada Presiden untuk berkumpul pada April 2022 di Bali. Mereka menyatakan minat untuk membantu Indonesia menangani isu terkait climate change, sampah, dan pengembangan UMKM ke depan. 

"Mereka itu ingin berkumpul di Bali nanti bulan April untuk membantu Indonesia dalam bidang climate change, sampah plastik di laut, dan UMKM. Jadi sekarang kenapa mereka itu datang. Presiden tanya saya tadi malam. Saya juga nggak tahu pak. Tapi mereka minta izin apa lah Bapak Presiden bersedia bertemu dengan mereka. Ini kalau ada UMKM-nya saya bersedia pak Luhut. Satu hari, dua hari pun oke. Jadi anda bayangkan perhatian presiden dan perhatian dunia," ungkapnya. 


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Drama Pemeriksaan Gratifikasi Gubernur Lukas Enembe

Most Popular / Trending