Bagikan:

Jokowi Klaim Sudah Kucurkan Rp400 Triliun untuk Kurangi Ketimpangan Desa-Kota

Presiden Joko Widodo mengklaim pemerintah terus berusaha mengatasi ketimpangan pembangunan di desa dan kota.

BERITA | NASIONAL

Senin, 10 Jan 2022 14:33 WIB

ketimpangan

Salah satu sudut daerah kumuh di Lhokseumawe, Aceh. (Foto: KBR/Erwin Jalaluddin)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengklaim pemerintah terus berusaha mengatasi ketimpangan pembangunan di desa dan kota.

Presiden mengatakan, alokasi dana desa terus naik setiap tahunnya, dari Rp 21 triliun tahun 2015 menjadi 72 triliun di tahun 2021.

Total, kata dia, sampai saat ini dana desa yang telah disalurkan dalam kurun waktu tersebut mencapai Rp 400,1 triliun.

"Ini sebuah angka yang sangat besar sekali dan perhatian pemerintah terhadap desa ini kita harapkan akan dapat meningkatkan pelayanan pada masyarakat desa dan mempersempit ketimpangan antara desa dan kota," ujar Jokowi dalam Acara Ulang Tahun PDI-P secara daring, Senin (10/2/2022).

Baca juga:


Presiden Joko Widodo mengatakan dari dana desa yang ada, pemerintah telah membangun jalan desa, embung, irigasi, jembatan pasar pasar desa, tambatan perahu dan lain-lainnya.

Menurutnya, hal itu menepis anggapan bahwa pemerintah tidak hanya membangun yang besar-besar seperti jalan tol, bandara, maupun pelabuhan.

"Kita juga membangun jalan desa, embung, air bersih di desa-desa, posyandu, sumur sumur yang diperlukan di desa, drainase di desa," tuturnya.

Presiden menambahkan, pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan oleh desa akan terus dilakukan pemerintah. Pembangunan desa harus akan berjalan beriringan dengan infrastruktur besar untuk membangun sebuah peradaban di dalam sebuah negara.

"Mempersatukan negara kita, menciptakan lapangan kerja, dan juga menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di seluruh tanah air," kata Jokowi.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua