Bagikan:

Ini 7 Strategi Pemerintah Mengejar Target Bauran Energi 23 Persen

"Pemerintah akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap secara masif sebesar 3,6 GW pada 2025 dan mempercepat penetapan Rancangan Perpres tentang EBT."

NASIONAL | KABAR BISNIS

Rabu, 26 Jan 2022 19:47 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ilustrasi: Seorang warga melintas di dekat panel surya di Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah. Rab

Ilustrasi: Seorang warga melintas di dekat panel surya di Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah. Rabu (9/1/19). (Foto: Antara/Moh Ayudha)

KBR, Jakarta— Sejumlah langkah untuk memenuhi target bauran energi sebesar 23 persen pada 2025 terus diupayakan sejalan dengan net zero emission (NZE) pada 2060.

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi, Sumber Daya Alam dan Mineral (ESDM) Ego Syahrial mengatakan, pemerintah akan menjalankan beberapa strategi untuk mempercepat pemanfaatan bauran energi nasional.

Pertama, melakukan phasing out (penghapusan secara bertahap) terhadap pembangkit batu bara, kecuali yang telah berkontrak atau sedang konstruksi. Kedua, mengganti pembangkit listrik tenaga diesel dengan pembangkit yang berasal dari EBT. Ketiga, menerapkan carbon tax pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Baca Juga:

"Memanfaatkan gas bumi sebagai energi transisi, sebelum pembangkit EBT bisa berkontribusi hingga 100 persen. Dan melaksanakan pengembangan pembangkit EBT sesuai dengan rencana umum penyediaan tenaga listrik PLN yang telah disusun 2021–2030," ujarnya pada acara Outlook Economy 2022 - Hipmi, Rabu (26/1/2022).

Hingga kini, realisasi kapasitas terpasang pembangkit energi baru terbarukan (EBT) masih relatif kecil. Dia mengatakan, sepanjang tahun lalu pembangunan pembangkit EBT sudah mencapai 11.152 MW. Sementara, pada 2022 pemerintah mematok kenaikan pembangkit EBT sebesar 11.791 MW.

Keenam, Kementerian ESDM juga akan mengembangkan program co-firing (pemanfaatan bahan bakar biomassa dan sampah) pada PLTU, disusul dibangunnya pembangkit EBT sebesar 20,9 GW sampai akhir 2030. Rancangan ini, katanya, tertuang di dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) 2021-2030.

Ketujuh, pemerintah akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap secara masif sebesar 3,6 GW pada 2025 dan mempercepat penetapan Rancangan Perpres tentang EBT.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ikhtiar Sorgum untuk Substitusi Gandum

Most Popular / Trending