Bagikan:

Hinabi: Pembangunan IKN Tidak Berdampak Signifikan Dongkrak Penjualan Alat Berat

"Berbagai alat-alat berat yang lama masih oke. Kalau permintaannya naik signifikan nggak juga. Tapi ada impact terhadap permintaan [pembangunan IKN], iya. Tapi nggak sesignifikan yang kita bayangkan"

NASIONAL | KABAR BISNIS

Jumat, 28 Jan 2022 18:41 WIB

Author

Ranu Arasyki

 Ilustrasi: Petugas mengoperasikan alat berat untuk proyek jalur ganda kereta api, Cimekar, Jabar, J

Ilustrasi: Petugas mengoperasikan alat berat untuk proyek jalur ganda kereta api, Cimekar, Jabar, Jumat, (31/12/21) (FOTO: ANTARA/Raisan Al Farisi)

KBR, Jakarta— Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) memprediksi, pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap penjualan alat berat dalam negeri.

Ketua Umum Hinabi Jamalludin, alat berat di sektor konstruksi digunakan untuk jangka waktu yang panjang, yakni 10 hingga 20 tahun. Hal ini membuat banyak dari kontraktor yang menggunakan menggunakan stok alat berat lama untuk beroperasi.

"Karena orang mau menggunakan alat berat untuk konstruksi tidak dalam jangka pendek, tapi jangka panjang. Sehingga alat beratnya sudah banyak. Mulai dari 2014 orang sudah menggenjot di konstruksi kan. Berbagai alat-alat berat yang lama masih oke. Kalau permintaannya naik signifikan nggak juga. Tapi ada impact terhadap permintaan [pembangunan IKN], iya. Tapi nggak sesignifikan yang kita bayangkan," kata Jamalludin kepada KBR, Jumat (28/1/2022).

Baca Juga:

Menurut Jamalludin, penjualan alat berat di sektor konstruksi merupakan short term business, meski saat ini relatif masih tinggi. 

Konsumen alat berat di segmen ini menurut dia tidak rutin membeli setiap tahun. Berbeda halnya dengan perusahan tambang yang membutuhkan alat berat dengan kapasitas dan kelas yang lebih besar.

"Mereka beli alat berat itu tidak terus menerus tiap tahun. Cuma satu alat berat bisa dipakai 10-20 tahun. Sehingga di konstruksi unit-unit yang laku keras adalah kelas 13 dan 20 ton hydraulic excavator. Sehingga itulah yang kita geliat, jagain kondisinya," sambungnya.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Subsidi dan Tata Kelola Pupuk Indonesia

Most Popular / Trending