FOMO Sapiens : Hukuman Mati bagi Pemerkosa dan Cancel Culture

Hukuman Mati bagi Pemerkosa dan Cancel Culture

NASIONAL | RAGAM

Jumat, 14 Jan 2022 13:40 WIB

FOMO Sapiens : Hukuman Mati bagi Pemerkosa dan Cancel Culture

Ilustrasi highlight berita sepekan. (Foto ; KBR)

KBR, Jakarta – Film “Penyalin Cahaya” yang dirilis pekan ini, disambut seruan pembatalan penayangannya lantaran salah seorang co-writer-nya diduga pernah melakukan kekerasan seksual. Sementara, Pelawak, Komeng juga diarak netizen buat di-cancel lantaran lawakan yang problematik. Kenapa sih boikot-memboikot alias cancel culture ini terjadi?

Pelaku kejahatan seksual, Herry Wirawan, dituntut hukuman mati dan berbagai hukuman tambahan, salah satunya kebiri kimia. Kalau niatnya buat menimbulkan efek jera, sudah tepatkah?

Kabar-kabar di atas menjadi bahasan di FOMO Sapiens minggu ini.

1. Hukuman Mati bagi Pemerkosa

Pekan ini sidang kasus kejahatan seksual terdakwa HW kepada belasan santri digelar. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri (PN) Bandung bahkan menggolongkan kejahatan Herry sebagai kejahatan paling serius. Herry dituntut hukuman dimiskinkan, denda, ganti rugi pada korban, dikebiri kimia, bahkan hukuman mati. Apakah hukuman mati jadi jawaban keadilan bagi para korban?

Baca juga : Percepatan RUU TPKS, Gugus Tugas: Pemerintah dan DPR sudah Satu Frekuensi

2. Cancel Culture

Komedian kawakan, Komeng menjadi sorotan warga jagad Twitter pasca lawakannya di acara talkshow sebuah stasiun televisi dinilai tidak pantas dan merendahkan perempuan. Ini memunculkan pro dan kontra, pihak yang pro menganggap candaan itu khas Komeng dan menyindir kasus yang terjadi di masyarakat. Namun pihak yang kontra mendorong boikot atau yang sekarang disebut cancel culture. Bagaimana selengkapnya?

Selengkapnya akan dibahas di FOMO Sapiens bareng Ian Hugen dan Aika Renata serta Jesse Adam dan Daniel Awigra dari Podcast HAMburger. Jangan sampai ketinggalan, ada juga obrolan mengenai Impunitas Pelanggar HAM di Indonesia.

Baca juga : Lawan Impunitas, KontraS Kecam Penunjukkan Bekas Tim Mawar Jadi Pangdam Jaya

*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Membuat Minyak Goreng di Satu Harga