Bagikan:

FOMO Sapiens : Budak Narkotika Dilarang Diperbudak Manusia!

NASIONAL | RAGAM

Jumat, 28 Jan 2022 14:54 WIB

FOMO Sapiens : Budak Narkotika Dilarang Diperbudak Manusia!

Ilustrasi highlight berita sepekan. (FOTO : KBR)

KBR, Jakarta – Kasus dugaan korupsi yang dilakukan Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-Angin membikin terang sejumlah perkara, mulai dari koleksi satwa dilindungi hingga kerangkeng manusia di rumahnya. Buat apa kerangkeng manusia itu?

Ternyata rehabilitasi untuk korban narkotika juga ada tahapannya. Tapi informasi dan aksesnya belum terang-benderang. Bagi yang punya privilese, bisa banget berakhir di tempat rehabilitasi, sementara lainnya, berakhir di lembaga pemasyarakatan. Kok bisa?

Kabar-kabar di atas menjadi bahasan di FOMO Sapiens minggu ini.

1. Modern Slavery a la Bupati Langkat

Pekan ini diramaikan oleh pemberitaan adanya temuan kerangkeng manusia di kediaman Bupati non aktif Langkat, Sumatera Utara, Terbit Perangin-Angin. Kerangkeng manusia ini digunakan untuk 'memenjarakan' pekerja kebun kelapa sawit milik Terbit. Mereka yang dikurung mengalami perbudakan karena tidak mendapat upah, mendapat perlakuan kurang manusiawi, hingga adanya dugaan penganiayaan. Bagaimana selengkapnya?

Baca juga : KontraS Sumut: Kasus Kerangkeng di Langkat, Negara Harus Penuhi Hak Korban

2. Rehabilitasi Korban Narkotika

Masih terkait dengan temuan kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat, Terbit Perangin-Angin. Si Bupati berdalih kerangkeng itu merupakan sel untuk membina pecandu narkotika dan anak-anak nakal di Langkat. Meski begitu, polisi menyebut kerangkeng manusia itu belum memiliki izin. Sementara, Badan Narkotika Nasional (BNN) juga menegaskan kerangkeng di rumah Terbit Rencana Perangin-Angin tidak bisa disebut sebagai tempat rehabilitasi. Gimana tuh?

Baca juga : Jadi Lahan Bisnis Oknum, UU Narkotika Diminta untuk Direvisi

Selengkapnya akan dibahas di FOMO Sapiens pekan ini bareng Ian Hugen dan Aika Renata. Tentunya kita juga masih ditemani teman-teman dari Podcast HAMburger, Jesse Adam dan Daniel Awigra. Jangan sampai ketinggalan obrolan mengenai Political Correctness.

*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih