Epidemiolog: Kasus Omicron di Indonesia Bisa Capai 300 Ribu per Hari

Perkiraan itu mengacu pada karakteristik penyebaran omicron di sejumlah negara seperti di Amerika Serikat, negara-negara Eropa, Australia hingga India yang terus-menerus memecahkan rekor baru.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 07 Jan 2022 20:11 WIB

Author

Muthia Kusuma

omicron diprediksi melonjak ratusan ribu

Pemerintah untuk sementara menutup pintu masuk bagi warga dari Afrika Selatan hingga Inggris dalam Antisipasi Omicron (Antara/Fauzan)

KBR, Jakarta - Kasus penularan virus korona varian Omicron di Indonesia diperkirakan bisa mencapai lebih dari 300 ribu per hari.

Perkiraan itu disampaikan epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman. Ia mengatakan, perkiraan itu itu mengacu pada karakteristik penyebaran omicron di sejumlah negara seperti di Amerika Serikat, negara-negara Eropa, Australia hingga India yang terus-menerus memecahkan rekor penambahan kasus baru.

Dicky mengatakan banyaknya kasus masih bergantung dari kemampuan pemerintah mendeteksi dan menemukannya di masyarakat.

"Penyebaran dari Omicron ini, akan menyebar di antara orang-orang yang sudah punya imunitas tadi. Sehingga akan samar. Silent dia. Karena apa? Tidak bergejala dia. Mungkin 90 persen ini tidak bergejala. Dan di tengah keterbatasan daya deteksi kita, sehingga kita belum tentu mampu mendeteksi peningkatan yang cepat, dan inilah salah satu kelebihan Omicron," ucap Dicky kepada KBR, Jumat, (7/1/2022).

Baca juga:

Dicky Budiman menambahkan, banyaknya kasus tanpa gejala, lemahnya pendeteksian kasus, serta pelonggaran kegiatan dan mobilitas masyarakat akan memperparah penularan Omicron. 

Dengan tingginya kegiatan dan mobilitas yang dapat memicu kerumunan, maka semakin besar potensi penularan terhadap kelompok rentan Covid-19. 

Dicky Budiman mengimbau masyarakat agar tetap menjalankan secara ketat disiplin protokol kesehatan. Sementara pemerintah diminta tetap menerapkan pembatasan dan akselerasi vaksinasi, serta didukung pengetesan dan pelacakan.

Baca juga:

Menurut Dicky, pemerintah juga harus membatasi kunjungan dari pelaku perjalanan luar negeri dan memperketat pengawasan karantina kesehatan. Oleh karena itu, ia mendukung kebijakan pemerintah yang menutup sementara masuknya Warga Negara Asing (WNA) dari sejumlah negara yang masuk kriteria tertentu. 

Diantaranya negara yang mengonfirmasi adanya transmisi komunitas omicron, yaitu sejumlah negara di Afrika, lalu negara yang secara geografis berdekatan dengan negara transmisi komunitas omicron, serta negara yang telah mengonfirmasi 10 ribu kasus omicron seperti Inggris dan Denmark. Kebijakan tersebut belaku mulai Jumat, (7/1/2022).

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7