Bagikan:

Di Akhir 2021, Pendapatan Negara Meningkat 21,6 Persen

"Jadi kalau sekarang pendapatan negara Rp2.003,1 triliun, kita tumbuhnya 21,6 persen, lebih tinggi dibandingkan APBN kita Rp1.743,6 triliun. Ini adalah suatu recovery dan rebound yang sangat kuat"

BERITA | NASIONAL | KABAR BISNIS

Senin, 03 Jan 2022 18:33 WIB

Author

Ranu Arasyki

Menteri Keuangan Sri MUlyani saat menyampaikan realisasi APBN 2020, Jakarta, (19/2/20). (Foto: Antar

Menteri Keuangan Sri MUlyani saat menyampaikan realisasi APBN 2020, Jakarta, (19/2/20). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta— Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan realisasi pendapatan negara hingga 31 Desember 2021 mencapai Rp2.003,1 triliun. Angka tersebut meningkat 21,6 persen dibanding 2020 yang mencapai Rp1.647 triliun.

"Jadi kalau sekarang pendapatan negara Rp2.003,1 triliun, itu kita tumbuhnya 21,6 persen, lebih tinggi dibandingkan APBN kita Rp1.743,6 triliun. Tapi ini adalah suatu recovery dan rebound yang sangat kuat. Tahun lalu kontraksi 16 persen dipukul telak oleh pandemi. Tahun ini masih ada pandemi dan masih memukul dengan delta dan omicron. Namun kita masih bisa tumbuh 21,6 persen," ujarnya pada Konferensi Pers Realisasi APBN 2021, Senin (3/1/2022).

Menkeu menyebut, penerimaan pajak hingga 25 Desember 2021 tembus Rp1,27 ribu triliun atau meningkat 103,9 persen dari target APBN sebesar Rp1,22 ribu triliun.

Baca Juga:

Pendapatan pajak tersebut bertumbuh sebesar 19,2 persen setelah 2020 Indonesia mengalami pukulan akibat pandemi.

"Seluruh pembayar pajak kita tiarap hingga 19,6 persen kontraksinya. Jadi yang tadinya penerimaan pajak tahun 2019 sudah mencapai Rp1.332,7 triliun, tahun 2020 kembali nyaris hanya Rp1.072 triliun. Dan sekarang sudah mulai recovery di Rp1.277,5 triliun," katanya.

Untuk pabean dan cukai, pemerintah berhasil meraup Rp269 triliun atau 125,1 persen dari target APBN. Sementara, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp452 triliun, atau bertumbuh 153,8 persen dari PNBP yang diestimasi di APBN sebesar Rp298,2 triliun.

Di segi belanja negara, ekspansi belanja mencapai Rp2,78 ribu triliun atau meningkat 7,4 persen di atas APBN senilai Rp2,75 ribu triliun. Artinya, lanjut Sri Mulyani, belanja negara lebih tinggi Rp36,7 triliun dibandingkan APBN.

Belanja pemerintah pusat mencapai Rp2.001 triliun, atau lebih tinggi dari yang di dipatok di APBN sebesar Rp1,95 ribu triliun. Angka tersebut juga lebih tinggi 9,2 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp1,83 ribu triliun.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ragam Syarat Beli Minyak Goreng Curah, Efektifkah?